
GIANYAR – Guncangan pandemi Covid-19 memporak-porandakan sektor pariwisata di Kabupaten Gianyar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor andalan itupun anjlok di tahun 2020 yang hanya terealisasi 76,8 miliar dibandingkan tahun 2019 mencapai Rp 291 miliar.
Dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2020 pada sidang paripurna di Kantor DPRD Gianyar, Kamis 8 April 2021, Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan, APBD 2020 dirancang Rp 2,254 triliun dengan realisasi Rp 1,884 triliun atau 84,5%. Sedangkan belanja dearah dengan realisasi Rp 1,86 triliun atau persentase 77,2 % dari rencana Rp 2,4 triliun. “Pendapatan dari sektor pariwisata paling terpuruk karena pandemi Covid-19. Tahun 2020 terealisasi hanya Rp 76,8 miliar,” ujarnya pada sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Wayan Tagel Winarta.
Di sektor pendidikan, tingkat kelulusan SD, SMP mencapai 100 %. Sedangkan kelulusan Kejar Paket A, B 91 %. Kemudian, di bidang kesehatan, angka kematian bayi dari 8,8 per seribu turun 7,7 per seribu di tahun 2020. Sementara, angka kemiskinan diakui Mahayastra bertambah dari 19,850 KK di tahun 2019 menjadi 21.010 KK di tahun 2020 karena banyak sektor lapanga kerja tutup usaha. Untuk angkatan kerja meningkat dari 405.260 menjadi 410.576.
“Dinas Tenaga Kerja sudah membuat program wira usaha muda dengan harapan ada yang bisa membuka lapangan kerja,” harapnya didampingi Wakil Bupati AA Gde Mayun dan Sekda Made Gde Wisnu Wijaya.
Dibidang Infrastruktur, Gianyar masih menyisakan jalan rusak berat sepanjang 16.940 km dari total keseluruhan jalan 515.240 km. “Kondisi jalan rusak ini diperbaiki secara perlahan dengan prioritas jalan akses pertanian dan perekonomian”, imbuhnya. (jay)








