
TABANAN – Padamnya lampu penerangan Taman Sri Wedari dan Taman Patung Pahlawan yang sempat disidak Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan ditanggapi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan I Made Subagia. Ternyata lampu taman tersebut sengaja dimatikan. Lho kok?
Kepala Dinas LH I Made Subagia menjelaskan, ada dua hal yang menyebabkan taman Sri Wedari gelap beberapa waktu lalu. Pertama karena adanya pemotongan bambu yang mengarah ke jalan sehingga kabel listrik yang ada di wilayah tersebut harus diputus sementara selama proses pemangkasan pohon bambu di utara jalan. Selain itu, memang ada bohlamnya yang padam.
“Karena ada pemangkasan pohon bambu, aliran listrik sengaja diputus sementara karena di lokasi ada kabel listrik, sehingga petugas leluasa melakukan pemotongan tanpa khawatir kena setrum listrik,” jelasnya, Selasa 23 Maret 2021.
Diakui, karena proses pemangkasna batang bambu tersebut memakan waktu lama, sehingga pemadaman lampu di taman yang berada di pintu masuk Kota Tabanan tersebut padam lebih lama. Selain itu, juga ada bohlam yang mati di tiang yang tinggi. Alat sky lift tidak mampu menjangkau sehingga pihaknya meminjam tangga milik PLN dan baru bisa memasang balon.
“Saya sudah lapor ke Pak Wakil Bupati dan mulai 22 Maret sudah hidup kembali,” kata Subagia.
Terkait penambahan, dipastikan pihaknya tidak memiliki anggaran untuk itu karena memang tidak dianggarkan di APBD induk. Sesuai saran Wakil Bupati, pihaknya akan mengajukan proposal agar bisa dianggarkan di APBD perubahan.
Seperti ditulis sebelumnya, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan sempat sidak ke Taman Sri Wedari dan Taman Patung Pahlawan yang gelap gulita, Sabtu 20 Maret 2021 malam. Hal tersebut menjadi viral termasuk dimedia sosial. Kini lampu di kedua taman tersebut kembali hidup sehingga menjadi terang benderang (jon)








