
DENPASAR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis secara resmi, bahwa vaksin jenis Astrazeneca aman untuk digunakan. Bahkan Bali mendapatkan 200 ribu vial vaksin tersebut guna memenuhi kebutuhan vaksinasi tahap pertama. Pemprov Bali sendiri menargetkan 3 juta penduduk Bali yang layak mendapatkan vaksin akan diperkirakan tuntas pada akhir Juni 2021. Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pekerja media di kantor UPT Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Renon Denpasar Sabtu, 20 Maret.
Menurut dr. Suarjaya, vaksin Covid-19 yang diproduksi dari Inggris ini sudah resmi di release oleh BPOM dan aman untuk digunakan.
“Besok kami akan terima 200 ribu vial vaksin jenis Astra Zinneca dan akan kita gunakan untuk kebutuhan vaksinasi masyarakat umum,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan vaksin Covid-19 sangat cukup tersedia meski pengiriman vaksin dilakukan secara bertahap. Ketersediaan vaksin yang cukup memadai, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menargetkan setiap pelaksanaan vaksinasi ditargetkan 28 ribu orang per hari di seluruh kabupaten kota. Sementara pelaksanaan vaksinasi sebelumnya hanya ditagerkan 19.200 orang per hari. Adanya penambahkan capaian target ini, dipastikan vaksinasi pertama dengan 3 juta penduduk Bali diharapkan bisa tuntas pada akhir Juni 2021 dan akan dilanjutkan vaksinasi kedua.
Suarjaya menambahkan, sasaran vaksinasi saat ini masih sedang berlangsung diberikana kepada pelayan publik dan lansia. Vaksinasi tahap ketiga baru akan menyasar kelompok masyarakat umum termasuk para lanjut usia (lansia).
Kadiskes Suarjana mengatakan, pada pelaksanaan vaksinasi tahap ketiga ini juga memberikan prioritas kepada masyarakat yang rentan terpapar virus terutama pada pemukiman padat penduduk.
“Kami akan sasar masyarakat yang rentan, berada pada pemukiman padat dan ekonomii lemah,” ujarnya sembari menyebutkan, tidak termasuk anak-anak dibawah 18 tahun sebab pasaran vaksin 18 tahun keatas.
Suarjaya juga menambahkan, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (kormobid) seperti kanker, jantung, paru-paru dan diabet juga menjadi prioritas. Hanya saja, saat dilakukan vaksinasi kepada mereka yang memiliki penyakit bawaan, kondisi fisik saat vaksinasi harus stabil. Alasan para penderita ini diberikan prioritas, dengan vaksinasi ini mereka akan mendapat perlindungan lebih dini.
“Kalau mereka terinfeksi virus, gejalanya akan menjadi lebih ringan,” imbuhnya.
Sementara masyarakat yang sudah pernah terpapar Covid-19, vaksinasi baru dapat dilakukan tiga bulan setelah dinyatakan sembuh. Sebab, mereka yang pernah terpapar memiliki kekebalan tubuh selama tiga bulan. Setelah tiga bulan kekebalan tubuhnya akan semakin menurun imunnya juga akan menurun.
“Setelah tiga bulan baru dapat diberikan vaksin dan ketersediaan vaksin saat ini tersedia cukup memadai 420 ribu vial dan besok datang lagi 200 ribu vial jenis Astrazeneca,” pungkasnya. (arn)








