KPUD Badung Segera Lakukan Evaluasi dan Kajian Hasil Pemilukada

0
56

Anggota KPUD Badung bidang Sosialisasi dan SDM, Wayan Artana Dana

BADUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung akan melakukan kajian dan evaluasi terhadap pelaksanaan pemilihan umum daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Badung pada 9 Desember 2020. Terhadap hasil yang telah dicapai, pelaksanaan Pemilukada Badung khususnya partisipasi pemilih yang datang untuk memilih angkanya yang dicapai melebihi target nasional. Partisipasi masyarakat Badung untuk datang ke TPS memberikan pilihannya saat Pemilukada mencapai 84,62 persen.

Hal itu disampaikan anggota KPUD Badung yang membidangi Sosialisasi dan SDM, Wayan Artana Dana pada kegiatan Media Gathering bersama media di Desa Wisata, Bongkasa Badung, Rabu 17 Maret 2021. Dalam pertemuan tersebut Artana Dana didampingi Anggota KPUD Badung Divisi Hukum Nursodik.

Menurut Artana Dana evaluasi dan kajian akan dilakukan kegiatan Focus Group Discusion (FGD) melibatkan para tokoh masyarakat dan para akademisi. Evaluasi dan kajian yang dimaksudkan baik terhadap hasil pilkada maupun partisipasi masyarakat pemilih keberadaan paslon yang ikut bertarung dalam perhelatan pemilukada.

Artana Dana menjelaskan awalnya ada sebuah kekhawatiran sebagai penyelenggara terlebih lagi paslon yang bertarung hanya satu paslon alias melawan kotak kosong. Ada anggapan, partisipasi masyarakat akan memilih sangat kecil bahkan dibawah target nasional. Hal ini dikarenakan paslon yang bertarung melawan kotak kosong dan masa pandemi Covid-19, masyarakat lebih memilih diam dirumah ketimbang datang ke TPS.

” Kenyataannya Hasilnya setelah Pilkada, partisipasi melebihi target nasional mencapai 84,62 persen,” ujarnya.

Evaluasi juga akan dilakukan pada daerah-daerah kecamatan yang partisipasinya masih kecil. Seperti Kecamatan Kuta partisipasi pemilih hanya 75,68 persen, Partisipasi pemilih Kecamatan Kuta Selatan, 69,40 perseb dan partisipasi paling tinggi 94, 14 persen ada di kecamatan Abiansemal, Mengwi 93,81persen dan Petang 93,13 persen.

“Kami akan evaluasi menyeluruh besarnya partisipasi pemilih apakah dikarenankan hibah bansos, dan partisipasi yang rendah apakah dikarenakan keengganan masyarakat ke TPS karena calon tunggal dan memastikan sudah menjadi pemenang,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here