Dewan Bali Pengeng Rasionalisasi Dana Hibah

0
408
Kegiatan Reses Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya

DENPASAR – Ditengah kegiatan reses yang dilakukan anggota DPRD Bali guna menjaring aspirasi masyarakat, dipastikan dibuat pusing oleh pertanyaan konstituen ketika ditanyakan masalah dana hibah. Sebab, tahun anggaran 2021 pada anggaran induk sudah dipastikan ada rasionalisasi anggaran dana hibah. Setiap anggota dewan hanya kebagian Rp 2,5 Miliar dan sangat jauh dengan periode tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp 5 Miliar. Lebih kecil lagi, bagi anggota dewan yang sudah lebih awal memanfaatkan dana hibah tersebut pada anggaran perubahan 2020 lalu, sehingga tahun 2021 ada yang kebagian hanya Rp 1 Miliar.

“Kita harus jujur menyampaikan ke konstituen kita saat kegiatan reses, bahkan ceritanya harus disampaikan secara runut akan adanya rasionalisasi terhadap dana hibah,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Mahayadnya, via telepon Selasa 16 Maret 2021.

Menurutnya setelah disampaikan secara runut akan kondisi keuangan pada APBD Bali ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), masyarakat dapat memahaminya. Politisi PDIP Asal Buleleng ini mengatakan, Bali yang selama ini hidup dari sektor pariwisata, sejak pandemi Covid-19 semua sektor ekonomi sudah terpuruk termasuk angka pengangguran kian meningkat. Sementara anggaran pemerintah juga diprioritaskan untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Banyak pos anggaran sudah dilakukan pemangkasan termasuk dana hibah bansos dirasionalisasi untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Bali Made Rai Warsa

Anggota Fraksi PDIP dari Komisi I DPRD Bali Made Rai Warsa mengatakan, perencanaan dalam anggaran dan belanja daerah sudah dirancang sejak setahun lalu dan diharapkan 2021 situasi ekonomi semakin membaik. Ternyata pandemi Covid-19 berkepanjangan, meski vaksinasi sudah berjalan akan tetapi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih sangat tinggi.

Dalam kegiatan reses politisi PDIP asal Payangan, Gianyar ini dalam kegiatan turun ke masyarakat lebih realistis memperjuangkan aspirasi masyarakat yang bersifat umum. Seperti halnya kondisi jalan dan gorong-gorong sepanjang jalan dari Batubulan menuju Payangan Kedewatan, Gianyar.

“Kalau musim hujan yang berkepanjangan selama ini, jalan Batubulan-Payangan Kedewatan Gianyar sering berubah menjadi sungai, semua gorong-gorong tidak berfungsi,” ujarnya.

Menurutnya ini yang harus dijadikan prioritas untuk segera diperbaiki apalagi sepanjang jalan ini merupakan jalan yang selalu dilintasi wisatawan menuju obyek-obyek wisata yang ada di Gianyar. Hal ini tentunya juga sejalan dengan program pemerintah percepatan pemulihan kunjungan wisata ke Gianyar khususnya kawasan wisata Ubud yang ditetapkan menjadi zona hijau. “Kalau jalan dan gorong-gorong ini bisa segera diperbaiki, tidak ada lagi wisatan tersenyum kecut saat melewati jalan ini yang berubah menjadi sungai saat hujan turun,” bebernya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here