
BULELENG – Jelang Hari Suci Nyepi, Icaka Warsa 1943, yang dikhawatirkan memicu klaster baru, jumlah kasus konfirmasi positif di Kabupaten Buleleng meningkat cukup drastis. Sebanyak 33 orang yang tersebar pada 6 kecamatan, dilaporkan Tim Medis Satgas-PP Covid-19 terkonfirmasi atau positif Covid-19. Sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 22 orang dari 7 kecamatan.
“Tim medis juga melaporkan, dua kasus meninggal dunia berasal dari Kecamatan Buleleng dan Gerokgak. Sehingga jumlah kasus meninggal dunia menjadi 102 orang,” ungkap jubir Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Nyoman Genep, Kamis, 11 Maret 2021.
Terkait kasus meninggal dunia, Genep yang juga Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng ini memaparkan kasus meninggal dunia dari Kecamatan Buleleng adalah pasien laki-laki berumur 61 tahun.
“Dengan kronologis, pasien menjalami perawatan di RSUD Buleleng sejak 27 Februari 2021 dengan gejala dada panas dan nyeri seperti terbakar, sesak nafas, pneomonia dan komorbid penyakit jantung. Dinyatakan meninggal dunia tanggal 10 Maret 2021,” jelasnya.
Kasus meninggal dunia dari Kecamatan Gerokgak, seorang laki-laki berumur 46, mendapat perawatan di RSU KDH sejak 5 Maret 2021 dengan gejala lemas, batuk dan sesak.”Dinyatakan meninggal dunia 10 Maret 2021,” tegasnya.
Ditambahkan, dengan adanya 2 kasus meninggal dunia dan 33 kasus konfirmasi baru maka akumulasi jumlah penanganan pasien Covid-19 sampai dengan Kamis, 11 Maret 2021 sebanyak 2.547 orang. (kar)








