
DENPASAR – Puluhan orang mengatasnamakan Front Masyarakat Peduli Papua-Bali diangkut paksa ke truk Shabara Polresta Denpasar, Senin (8/3) pagi.
Massa diamankan saat hendak menggelar aksi demo di kawasan Renon, Denpasar. Mereka dibawa ke Polresta Denpasar untuk dimintai keterangan. “Kami melakukan penindakan secara tegas, humanis, dan terukur,”ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Jansen Avitus Panjaitan.
Kapolresta menilai massa dari kelompok mahasiswa itu membangkang karena hendak menggelar aksi demo di tengah Bali yang sedang menerapkan PPKM. “Pembangkangan mereka karena seolah-olah tidak mau tahu dengan kondisi yang ada saat ini. Kita tahu bersama Bali saat ini sedang bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tapi mereka malah berkumpul menggelar aksi yang tidak jelas tujuannya,” tegas Jansen di Polresta Denpasar.
Jauh hari sebelumnya, kepolisian sudah melakukan proses penggalangan. Kelompok mahasiswa asal Papua itu telah diberitahu terkait aturan PPKM khususnya di wilayah Denpasar. “Tujuannya supaya menunjukan kepada masyarakat bahwa kita ini peduli terhadap meningkatnya Covid. Namun, hari ini juga lihat sendiri kawan-kawan mahasiswa kita yang harusnya terpelajar memahami kondisi yang ada, tapi mereka memaksakan keinginan Mereka. Kita harus lakukan langkah tegas,” tandas Jansen. (dum)








