Tagih Utang Arisan Rp 300 Juta, Gerombolan Preman Rampas Mobil

0
395
Empat tersangka terlibat pengancaman dan perampasan mobil dikeler dari ruang tahanan ke gedung Direktorat Reskrimum Polda Bali.

DENPASAR – Gerombolan preman berbadan kekar, Bagus Made Putra Pardana alias ajik (30), I Made Ari Santa Dwipayana alias Santa (29), I Putu Wira Sanjaya alias Wira Bagong (29) dan I Gede Wira Guna alias Agus Wira (27), berdiri depan gedung Direktorat Reskrimum Polda Bali, Kamis 4 Februari 2021.

Dengan kedua tangan diborgol rantai, preman bertato anggota salah satu ormas itu dikawal polisi bersenjata laras panjang. Keempat tersangka diringkus setelah melakukan pengancaman disertai perampasan mobil atas suruhan Ni Kadek Okta Riani (31) beralamat di Banjar Pabean, Desa ketewel Gianyar, yang ikut ditetapkan tersangka.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, pada Senin 8 Februari 2021 sekira pukul 20.30 WITA, keempat tersangka  mendatangi rumah korban berinisial Putu YO di Jalan Muding Buit, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. “Keempat tersangka disuruh Ni Kadek Okta Riani menagih utang arisan,”ujar Kombes Djuhandani Rahardjo Puro, Kamis 4 Maret 2021.

Di TKP, keempat tersangka bertemu I Komang Ery yang merupakan suami dari Putu YO. Mereka pun adu argumen. “Karena tidak ada titik temu, Made Putra Pardana alias ajik memaksa agar korban menyerahkan mobil jenis CRV DK 693 KN yang parkir di halaman rumahnya sebagai jaminan. Korban memberitahu mobil itu milik teman dari kakaknya, tapi tersangka tetap mamaksa,”ungkapnya.

Tersangka Ajik sempat bicara melalui telepon dengan kakak korban. Siapapun yang memiliki mobil ini saya tidak peduli karena adik anda punya utang pada bos saya dan mobil ini akan saya jadikan jaminan untuk utang itu,”kata tersangka dalam keterangan di BAP.

Merasa tertekan, I Komang Ery hendak pergi, tapi kedua tangannya dipegangi oleh para tersangka. Bahkan, lehernya juga dicekik dari belakang sembari dibawa ke dalam rumah. Tersangka Ajik memaksa korban untuk membuat pernyataan agar memberikan mobil tersebut disertai ancaman. “Kalau kamu tidak mau membuat surat pernyataan untuk menjaminkan mobil, saya akan menembak kaki kamu,”ancam tersangka.

Takut diancam, korban akhirnya mendandatangani surat pernyataan.  Kemudian, tersangka memberitahukan penyiataan mobil itu ke bosnya. Setelah disetujui, tersangka Bagong menelepon tukang derek. “Besoknya, sekira pukul  03.30 WITA, mobil dibawa oleh para tersangka menggunakan kunci palsu.  Pemilik kendaraan  dalam laporannya mengalami kerugian Rp 165 juta,”bebernya.

Berdasarkan laporan, Tim Resmob melakukan penangkapan di rumah tersangka Bagus Made Putra Pardana di Jalan Werkudara, Gang III nomor 5 Denpasar, Denpasar. “Keempat tersangka mengaku dibayar Rp 5 juta oleh Ni Kadek Okta Riani,”tandasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here