
GIANYAR – Kabupaten Gianyar memiliki 62 BUMDes (Badan Usaha MIlik Desa) yang tersebar di 64 desa dan 7 kelurahan. Keberadaan BUMDes diharapkan tetap bisa menampung hasil produksi masyarakat untuk diperdagangkan dengan tujuan menggairahkan perekonomian.
“Secara umum, BUMDes berjalan dengan baik dan saat ini terus mendapat pembinaan. Hanya saja, pendapatan BUMDes menurun karena pandemi Covid-19,” kata Kadis DPMD Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, didampingi tenaga ahli Bidang Perekonomian, I Nyoman Sugiarta, Selasa 2 Maret 2021.
Yang membanggakan, Gianyar saat ini memiliki holding. 50 BUMDes bersatu dalam BUMDes Gianyar Aman Sejahtera. “Ini baru satu-satunya di Bali. Holding Gianyar Aman ini membuat gudang bersama dan menyuplai barang ke semua BUMDes,” imbuhnya.
Dengan menjual produk warga setempat, termasuk kebutuhan upacara dan material pembangunan, diharapkan perputaran ekonomi bisa dirasakan masyarakat. “Manfaatkan potensi desa, termasuk pengembangan desa wisata dari BUMDes. Selain itu, kegiatan di desa dan desa adat agar melibatkan BUMDes. Ya, mulai mengarah ke usaha modern agar tidak tertinggal,” harapnya.
Sementara, Perbekel Desa Kerta Payangan, I Made Gunawan mengungkapkan, di wilayahnya mulai dari pengadaan barang kebutuhan desa hingga bahan bangunan disediakan oleh BUMDes. “Ini kami lakukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara Perbekel Desa Saba, Ketut Redhana mengatakan, di desanya sudah mendirikan bumdes tahun 2019 lalu. Dinamakan Bumdes Kerti Bhuana Jaya. Memiliki tiga unit usaha, yakni warung desa yang menyediakan ATK dan foto copy serta jasa samsat. KPSPAM Toya Saba menyediakan jasa air bersih dengan harga terjangkau ke rumah-rumah warga, “perjalanan Bumdesnya selama ini cukup baik. Untuk di awal tahun ini sekira bisa menutupi biaya oprasional dan gaji pegawai,”ujarnya. (jay)








