Berpulang, Almarhum Gede Ardika Tinggalkan Desa Wisata Berbasis Adat

0
167

Almarhum Gede Ardika


BULELENG – Sosok Menteri Pariwisata Republik Indonesia, I Gede Ardika, telah berpulang keharibaan ibu pertiwi. Selama menjabat sebagai Menteri Pariwisata, putra terbaik Bali asal Desa Sudaji Kecamatan Sawan ini banyak menorehkan program pembangunan dan pengembangan pariwisata. Kecintaannya terhadap seni, budaya dan adat istiadat Bali yang adi luhung, membuat almarhum dipercaya oleh dua Presiden Republik Indonesia yakni Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Desa Wisata.

“Beliau sangat peduli dengan Bali, seni budaya dan adat istiadat sehingga merancang program Dewa Wisata Berbasis Adat,” ungkap Luh Kertianing, Minggu, 21 Februari 2021 mengenang kiprah Almarhum Gede Ardika di Kabupaten Buleleng.


Mantan Anggota DPRD Buleleng asal Desa Sudaji ini mengungkapkan, Menbudpar Kabinet Gotong Royong, periode 9 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004 ini menetapkan Desa Sudaji Kecamatan Buleleng dan Desa Kisde Nagikeo Nusa Tenggara Timur sebagai Pilot Project Desa Wisata Berbasis Adat.

“Masterplan pengembangan Desa Wisata Berbasis Adat kedua desa tersebut sudah dibuatkan masterplan, melibatkan Tim Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung dan sudah final pengakajiannya sampai di Kemeparkraf,” tandas Kertianing yang kini aktif sebagai pengusaha property.

Dalam pengembangan Desa Wisata Berbasis Adat Sudaji, putra dari pasangan suami istri, I Made Arka dan Ni Made Sandat ini mendorong masyarakat dengan pembangunan TPS3R Mandiri lengkap dengan 1 unit mobil pickup dan 2 unit motor angkutan sampah.
Yang tidak bisa terlupakan, kata Kertianing, meski sudah tidak menjabat sebagai menteri, Almarhum Gede Ardika yang dikremasi, dengan ritual upacara ‘Mekingsan Ring Geni’ (adat Hindu, Bali), Minggu, 21 Februari 2021 di Setra Gunung Bohong, Cimahi – Bandung tetap semangat melestarikan seni budaya.

“Semangat beliau patut diteladani, mendorong Masyarakat Adat Sudaji untuk menjaga dan melestarikan seni budaya, dengan memprakarsai Festival Budaya Desa Adat Sudaji, mengarahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bersinergi, melakukan pendampingan terhadap Pemerintahan Desa Sudaji untuk memajukan usaha kelompok swadaya masyarakat,” tandasnya.

Kertianing berharap, meski jasad almarhum sudah tidak ada, semangat dari jebolan Institut Ineternasional Glion, Swiss ini tetap memberi vibrasi kemajuan Pariwisata Indonesia. (kar)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here