Aklamasi, Gede Suyasa Kembali Jabat Ketua Umum Askab PSSI Buleleng

0
39

Gede Suyasa kembali pimpin Askab PSSI Buleleng


BULELENG – Secara aklamasi, Gede Suyasa kembali dipercaya menjabat Ketua Umum Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Ketum Askab PSSI) Kabupaten Buleleng. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng ini, kembali terpilih untuk kali ketiga pada Kongres Askab PSSI Buleleng dengan agenda pemilihan ketua umum dan penyusunan program kerja Askab PSSI Buleleng periode 2021-2025.

“Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada saya untuk memimpin organisasi olahraga sepakbola di Kabupaten Buleleng,” tandas Gede Suyasa, Sabtu 20 Februari 2021 siang usai penutupan Kongres di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng.


Suyasa didampingi Wakil Ketua Umum (Waketum) Nyoman Suasana dan anggota Komite Eksekutif yakni Wayan Tingkes, Made Suardana dan Ketut Widana menegaskan, susunan kepengurusan ini merupakan hasil Kongres Askab PSSI Buleleng periode 2021-2025.

“Kepengurusan lengkap akan disusun dalam dua hari ini dan

program kerja kepengurusan periode 2021-2025 akan disusun melalui mekanisme kongres biasa Askab PSSI Buleleng yang dilaksanakan tiap tahun,” terangnya.

Selain kondisi Pandemi Covid-19 yang membuat kompetesi tidak digelar, ada catatan penting yang menjadi perhatian Askab PSSI Buleleng.

“Salah satunya fair play sebagaimana juga ditekankan Ketum Asprov PSSI Bali,” ungkapnya.


Fair Play sebagaimana ditekankan Ketum Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana, merupakan catatan yang Tim Sepakbola Buleleng yang disampaikan pada saat perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2019.

“Dalam pandangannya, ada situasi yang memiliki variabel untuk bisa memenangkan suatu klub atau tim. Variabel tersebut, fair play dan kepemimpinan wasit,” tandas Suyasa dibenarkan Suardana. Ketum

Asprov PSSI Bali ini menambahkan, selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, industri sepakbola juga harus memperhatikan dan mengaplikasikan perkembangan sepakbola diluar, nasional maupun internasional.

“Semua lini harus fair play, tanpa semangat fair play, sepakbola tidak akan maju,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here