Sita Dana Rekanan, Penyidik PEN-Pariwisatagate Segera Periksa Tersangka

0
602
Salah satu rekanan PEN Pariwisata, berikan keterangan dan serahkan dana titipan hasil markup Buleleng Eksplore kepada penyidik Kejari Buleleng

BULELENG – Sebanyak 20 orang dari pengelola hotel, restoran dan transportasi, telah diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejakasaan Negeri Singaraja. Tidak hanya meminta keterangan, tim penyidik yang diketuai Kasipidsus Kejari Buleleng Wayan Genip juga melakukan penyitaan terhadap dana yang diduga hasil ‘markup’ bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Industri Pariwisata senilai Rp 24 Juta dari rekanan Warung Pudak.

“Hari ini tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi dari unsur rekanan baik dari pengusaha hotel, restoran dan transportasi. Termasuk nanti dari media massa sesuai dengan kwitansi yang sudah disita sebagai barang bukti,” ungkap Kepala Seksi Inteligen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara, Senin, 15 Februari 2021.

Setelah pemeriksaan saksi, kata Jayalantara yang juga menjabat Humas Kejari Buleleng, penyidikan selanjutnya akan memeriksa para tersangka yang telah ditetapkan.

“Hari ini kami tuntaskan pemeriksaan saksi, sehingga besok kami bisa lanjutkan dengan pemeriksaan tersangka,” tandas Jayalantara.

Keterangan saksi dan tersangka akan sangat menentukan adanya penetapan tersangka baru dalam proses penyidikan kasus dugaan penyelewengan bantuan dana PEN Industri Pariwisata, yang diharapkan dapat menstimulan percepatan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Dari saksi yang sudah diperiksa, semuanya kooperatif dan terbuka, memberikan keterangan kepada penyidik, apa adanya. Bahkan ada yang menyerahkan dana yang belum sempat diambil panitia,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu rekanan penyedia makan minum (makmin) berinisial Dek Mi (49) mengakui, sempat gerogi dan tidak bisa tidur karena terungkapnya kasus PEN Pariwisatagate ini. Namun setelah memberi keterangan dan menyerahkan ‘dana titipan’ hasil markup kepada penyidik sebesar Rp 24 Juta lebih, pengelola Warung Pudak ini mengaku lega.

“Sejak kasus ini mencuat saya tidak bisa tidur. Setelah memberi keterangan dan menyerahkan uang titipan sebesar Rp 24 Juta lebih dari hasil transaksi, peminjaman nama rekanan kepada panitia, baru saya bisa lega,” ujarnya.

Karena uang tersebut sempat mau diserahkan kepada panitia Buleleng Eksplore namun ditolak.

“Mungkin karena panitia takut, sama seperti saya juga takut. Atas pertimbangan dari saudara, keluarga, teman dan teman, saya serahkan dana titipan itu kepada penyidik, diselamatkan untuk negara,” katanya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here