PBM Ditengah Pandemi, Ini Penelitian Undiksha Singaraja

0
130
Rektor Undiksha ingaraja, I Nyoman Jampel

BULELENG – Adanya kekhawatiran terjadinya ‘lost generation’ bidang pendidikan akibat terdampak Pandemi Covid-19, mendapat perhatian Civitas Akademika Undiksha Singaraja. Sebagai pencetak tenaga kependidikan dan sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, Undiksha Singaraja tak hanya melaksanakan pengabdian masyarakat melalui kegiatan bakti sosial (bhaksos) berupa penyaluran bantuan alat pelindung diri (APD) kepada aparatur yang berada digaris depan pengendalian Covid-19 dan sembako kepada warga terdampak, tapi juka melakukan penelitian terkait metode Proses Belajar Mengajar (PBM) aman dan nyaman dimasa Pandemi Covid-19.

“Kami menugaskan Warek I bersama LPLPMn untuk melalukan kajian dan penelitian terkait PBM ditengan pandemi,” ungkap Rektor Undiksha Singaraja, I Nyoman Jampel, Senin , 15 Februari 2021 usai mengikuti rapat virtual.

Jampel didampingi Warek I Undiksha, I Gede Rasben Dantes menandaskan, kajian dan penelitian terkait PBM Ditengah Pandemi Covid-19 merupakan bagian dari tugas Perguruan Tinggi (PT) dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Terlepas dari ijin orang tua maupun Satgas Covid-19, pola pembelajaran yang dapat dilakukan sesuai hasil kajian dan penelitian yang dilakukan adalah kombinasi pembelajaran sistem daring dan luring. Selain, dinilai aman serta nyaman bagi pendidik maupun peserta didik, kombinasi daring dan luring ini juga diharapkan bisa menjaga mutu lulusan sesuai sasaran dari jenjang pendidikan, PAUD hingga Perguruan Tinggi,”tandas Jampel sembari menyebutkan sejak Tahun 2006 Undiksha sudah menerapkan pola pembelajaran sistem daring dengan nama E-Learning Undiksha yang lazim digunakan di Jerman.

Warek I Gede Rasben Dantes menambahkan, pembelajaran sistem daring yang diterapkan Undiksha Singaraja memang belum termanfaatkan secara optimal karena masih banyak yang enggan untuk melakukan perubahan dan meninggalkan Zone Nyaman.

“Saya sering sebutkan, pandemi mendistrubsi teknologi, mengakselerasi kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala bidang, termasuk dunia pendidikan,” ungkapnya.

Sistem daring, bukan hanya dapat mengevektifkan dan efesiensi, tapi juga melibatkan semua pihak termasuk keluarga dalam proses pembelajaran.

“Ini typing poin, titik balik. Pak Rektor menyatakan, kami harus melakukan Blended Learning, pembelajaran untuk bisa beradaptasi ditengah Pandemi Covid-19 dan Revolusi Industri 4.0. Dan paling tepat adalah model sekolah berasrama,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here