Apresiasi Situs, Disbud Dorong Bendung Tablang Jadi Destinasi Berbudaya

0
132
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara

BULELENG – Temuan bangunan purbakala yang ditengarai sebagai situs peningggalan Kerajaan Jaya Pangus pada areal pembangunan Bendungan Tamblang, diapresiasi Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng sebagai potensi seni budaya yang patut dijaga dan diselamatkan. Tidak hanya dijaga sebagai situs cagar budaya, peninggalan adi luhung para leluruh ini juga wajib dilestarikan sebagai asset daerah sehingga bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengapresiasi undangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk melakukan penelitian lapangan bersama dengan Balai Arkeologi, Balai Pelestaraian Cagar Budaya atas temuan saluran air yang diduga sebagai peninggalan abad ke 9 di Lokasi Pembangunan Bendung Tamblang,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kamis, 11 Februari 2021.

Penelitian lapangan ini, kata Mantan Camat Buleleng dilakukan Tim Disbud Buleleng bersama Balai Arkeologi dan Balai Pelestaraian Cagar Budaya Provinsi Bali untuk mengetahui secara detail kondisi terowongan yang dulunya dimanfaatkan sebagai saluran air oleh subak setempat di wilayah Desa/Kecamatan Sawan.

“Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai-nilai sejarah dari keberadaan terowongan dan sejumlah sarkophagus yang ada disekitar lokasi pembangunan konstruksi induk Bendung Tamblang yang sedang dalam pengerjaan,” terangnya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, juga diharapkan ada formula upaya penyelamatan benda cagar budaya yang disinergikan dengan pembangunan bendungan menjadi satu destinasi wisata berbudaya.

“Melihat fungsi yang sama yakni pengairan pertanian, sinergitas pelestariaan warisan budaya menjadi Cagar Budaya dengan Bendung Tamblang ini juga bisa bermanfaat sebagai Destinasi Wisata Berbudaya,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here