Keberatan Tarif Retribusi Naik, Pedagang Pasar Seririt Ngadu ke Dewan

0
38
KEBERATAN : Perwakilan pedagang Pasar Seririt, adukan kenaikan tarif retribusi pasar kepada Ketua DPRD Buleleng

BULELENG – Kenaikan tarif retribusi pasar sesuai Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng tentang Penyesuaian Tarif Pungutan Perusahaan Daerah Pasar Kabupaten Buleleng, tertanggal 21 Januari 2021 mendapatkan reaksi keras dari pedagang. Sebelum keputusan Direksi PD Pasar Buleleng di berlakukan tanggal 1 Februari 2021, Kamis (28/1/2021) Pukul 10.00 WITA sejumlah pedagang Pasar Seririt mendatangi Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Buleleng.

“Kami keberatan terhadap kenaikan tarif tersebut, terlebih ditengah Pandemi Covid-19,” ungkap Made Mahayasa, perwakilan pedagang Pasar Seririt, Kamis (28/1/2021) saat diterima Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Buleleng.

Didampingi Widia Putra, Putu Agus Susila dan Poni Panggidae,juru bicara pedagang ini tidak hanya menolak kenaikan tarif retribusi pasar dan meminta agar dilakukan penundaan. Mewakili pedagang Pasar Seririt, Made Mahayasa juga meminta agar dilakukan penataan pedagang.

“Seperti penataan terhadap pedagang kaki lima yang menggunakan lapak permanen dan pedagang bermobil. Hal itu sangat berpengaruh pada minat pembeli memasuki pasar, karena mereka berada di luar pasar, sehingga jual beli bisa dilakukan dengan sambil lewat,” tandas Mahayasa dibenarkan pedagang lainnya. Penataan pedagang juga sangat diperlukan agar kenyamanan dan keamanan pedagang maupun pengunjung pasar dapat terjamin.

Menyikapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menyatakan segera memanggil Direksi PD Pasar Buleleng.

“Aspirasi pedagang kami akomodir. Dan kami sudah memerintahkan Komisi III DPRD untuk mengundang pihak terkait pada hari Senin, 1 Pebruari 2021, untuk meminta penjelasan melalui Rapat Dengar Pendapat dengan Direksi PD. Pasar Buleleng dan OPD terkait,” tegasnya.

Sementara Direktur PD Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana terpisah menyatakan, penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan keputusan direksi dan diketahui Bupati Buleleng.

“Selama ini, sejak tahun 2012 kami tidak pernah melakukan penyesuaian tarif. Kalau pedagang tidak mau, ya silahkan keluar dari pasar,” tandasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here