Terdeteksi BMKG, Suara Ledakan Berasal dari Fenomena Shock Wave

0
1252

Kalak BPBD Buleleleng IB Suadnyana saat melihat alat monitoring BMKG

BULELENG – Merebaknya informasi terkait suara dentuman atau ledakan kuat di Provinsi Bali, khususnya Kebupaten Buleleng, disikapi serius oleh BMKG. Dari pemeriksaan sinyal seismik, khususnya terhadap sinyal seismik dari sensor yang ada di wilayah Bali, BMKG berhasil mendeteksi sumber suara dentuman sekaligus memastikan sinyal yang diterima bukan sinyal gempa bumi tektonik.

“Berdasarkan hasil monitorring BMKG, ada anomali sinyal seismik yang tercacat pada sensor seismik Singaraja (SRBI) pada pukul 10.27 WITA,” tandas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, Minggu (24/1/2021) malam usai melakukan koordinasi dengan BMKG.


Sesuai monitoring yang dilakukan BMKG, kata Suadnyana, rekaman seismik memiliki durasi sekitar 20 detik. Dari pengamatan anatomi seismogramnya, BMKG melihat sinyal seismik tersebut bukanlah merupakan sinyal gempa bumi tektonik.

“Jika sinyal seismik tersebut dicari magnitudonya menggunakan formulasi penentuan mangnitudo gelombang gempa akan dihasilkan kekuatan 1,1 magnitudo lokal,” tandas Suadnyana mengutip data laporan BMKG yang dilansir Daryono.

Disisi lain, dari hasil pengamatan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, BMKG tidak menemukan adanya tanda-tanda aktifitas gempa di wilayah Bali.

“Sehingga dipastikan, anomali gelombang sismik tersebut bukan aktivitas gempa tektonik,” terangnya.


Dari hasil kajian BMKG, antara lain berdasarkan informasi warga di wilayah Kintamani dan Besakih yang melihat ada semacam meteor yang melintas ke arah barat daya serta warga Buleleng yang juga mengaku melihat benda melintas di langit dan mendengar suara dentuman, maka disimpulkan ada saksi mata terjadinya fenomena alam yang sama.

“Terkait bunyi dentuman yang terdengar di wilayah Buleleng, BMKG belum dapat mengkonfirmasi penyebab sesungguhnya. Namun, BMKG berhasil memonitor dan merekan fenomena yang terjadi dengan baik,” tandasnya. Jika laporan warga benar, melihat meteor melintas di atas Bali, maka dugaan kuat BMKG suara dentuman berasal dari perubahan fenomena shockvave menjadi gelombang seismik.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here