Tim Yustisi Lakukan Rapid Test Antigen Acak di Dua Lokasi Kerumunan

0
154
Pengunjung dan pegawai sebuah restorna penjual mie pedas juga diraid test antigen secara acak

TABANAN – Tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang menyebakan Tabanan tetap berada di zona Merah penyebaran Covid-19, membuat tim yustisi menggandeng Dinas Kesehtan melakukan rapid test antigen secara sampling pengunjung sebuah rumah makan dan toko yang menjual perlengkapan bayi serta susu. Hasilnya semua negatif. Tim Yustisi juga akan melakukan hal serupa di lokasi kerumunan lainnya.

Ketua Tim Yustisi Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba menyebutkan, kasus penyebaran Civid-19 di Tabanan masih sangat tinggi. Pihaknya berusha mencari tahu dimana sumper penyebaran Covid-19 tersebut terutama kerumunan. Untuk itu, pihaknya melakukan rapid test antigen kepada pengunjung dan karyawan sebuah restoran yang lagii digandrungi masyarakat Tabanan dan sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi serta susu yang banyak dikunjungi masyarakat.

“Di masing-masing lokasi kami mengambil 37 dan 27 sampel pegawai dan pengunjung dan hasilnya semua negatif Covid-19,” ungkap Sarba, Minggu (17/1/2021).

Hal ini menunjukkan lokasi kerumunan seperti itu, belum menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Tabanan terutama di kota Tabanan. Namun begitu pihaknya kembali akan melakukan rapid test antigen secara acak du dua lokasi kerumunan di wilayah Kota Tabanan untuk memastikan tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Tabanan.

“Kami akan lakukan lagi di dua lokasi kerumunan di wilayah kota Tabanan,” sebutnya.   

Pengunjung sebuah toko penjual pakaian anak dan susu juga dirapid test antigen secara acak

Namun demikian, hasil rapid test antigen di dua lokasi kerumunan menjadi perhatian pihaknya. Pasalnya, selama ini diduga kerumuman seperti itu bisa menjadi lokasi penyebaran Covid-19, namun nyatanya tidak. Kemungkinan adanya klaster lain terutama klaster adat dan agama termasuk di desa-desa akan menjadi atensi khusus pihaknya.

“Kalau nanti ternyata di dua loaksi tersebut juga negatif, maka pihaknya akan atensi kegiatan adat dan agama termasuk sampai ke desa,” tegasnya.

Sementara itu dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan sampai Minggu (17/1), ada penambahan kasus positif sebanyak 42 orang sehingga total kasus Covid-19 di Tabanan menjadi 2612 orang. Selain itu, ada 32 orang dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh sebanyak 2260 dalam perawatan dan isolasi sebanyak 282 orang serta 70 orang meninggal.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here