Satgas-PP Covid-19 Buleleng Apresiasi Disiplin Masyarakat

0
46

BULELENG – Terciptanya kondusifitas wilayah pada rangkaian peringatan Hari Suci Natal dan Tahun Baru 2021 di Kabupaten Buleleng, mendapat apresisai Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Kabupaten Buleleng. Selain sebagai hasil kerja keras dan sinergitas Tim Pengamanan Satgas-PP Covid-19 dan TNI/Polri, Satgas-PP Covid-19 Buleleng juga mengapresiasi disiplin warga masyarakat menerapkan protokol kesehatan sebagai kunci terciptanya kondusifitas wilayah pada rangkaian peringatan Tahun Baru 2021.

“Selain kerja keras aparat, perayaan tahun baru yang berjalan aman dan lancar juga berkat ketaatan dan kedisiplinan warga masyarakat Buleleng menerapkan protokol kesehatan,” tandas Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Senin (04/01/2021) saat memimpin Apel Awal Tahun 2021 di Kantor Bupati Buleleng.

Menurut Suyasa, peringatan Malam Tahun Baru 2021 di Kabupaten Buleleng merupakan yang paling sederhana diantara perayaan sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya aturan pemerintah agar seluruh masyarakat mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Ada beberapa larangan, seperti tidak boleh berkerumun, pemberlakuan jam malam maksimal pukul 23.00 Wita dan tidak ada pesta kembang api yang lazim dilakukan sebelumnya. Semua ini, karena Pandemi Covid-19, perayaan Tahun Baru 2021 menjadi sangat sederhana dan warga masyarakat dengan kesadaran yang tinggi mematuhi segala imbauan pemerintah, sehingga patut diapresiasi,” tegasnya. Tidak sebatas ketaatan pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 tahun 2020, tapi kesadaran masyarakat untuk menerapkan Prokes.

Suyasa menambahkan, kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan Prokes dalam pengendalian Covid-19 harus tetap terjaga dan ditingkatkan. Karena, sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang dikeluarkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tanggal 28 Desember 2020, dinyatakan Indonesia menutup diri dari kedatangan Warga Negara Asing pada tanggal 1 – 14 Januari 2021.

“Penutupan ini dilakukan karena adanya mutasi tahap kedua virus corona. Virus corona varian baru yang berkembang di Inggris memiliki penularan 70 persen lebih cepat dibandingkan dengan virus corona yang berkembang di Wuhan, Cina,” tandas Suyasa sembari mengajak warga masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan menerapkan Prokes dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan agar terhindar dari penularan Covid-19. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here