Cegah Aksi Pecalang, Bendesa Adat Kubutambahan Tunjukkan SP2HP Kasus ITE

0
617
Ketua Pecalang Desa Adat Kubutambahan, Ketut Sumada, didampingi Jro Warkadea tunjukkan SP2HP dugaan pencemaran nama baik Bendesa Adat Kubutambahan

BULELENG – Aksi Damai Pecalang Desa Adat Kubutambahan ke Mapolres Buleleng, Rabu (23/12/2020) pagi berhasil dicegah Bendesa Adat Kubutambahan,Jro Ketut Warkadea. Dengan menunjukkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor : SP2HP/245.b/XI/2020/Reskrim,tanggal 23 November 2020, ratusan pecalang yang dikordinir Ketua Pecalang Desa Adat Kubutambahan, Ketut Semada, akhirnya batal mendatangi Makopolres Buleleng.

“Setelah kami tunjukkan dan jelaskan SP2HP terkait laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik saya selaku Bendesa Adat oleh saudara kami Ketut Mahkota dan Sujana Budi, rencana pecalang ke Polres Buleleng akhirnya urung dilakukan,”tandas Bendesa Adat Kubutambahan, Jro Ketut Warkadea, usai bertemu Ketua Pecalang dan Kelian Subak Desa Adat Kubutambahan.

Dalam SP2HP yang diterima Rabu (23/12/2020) pagi, kata Warkadea, Kasatreskrim Polres Buleleng AKP Viky Tri Haryanto,atas nama Kapolres Buleleng memberitahukan hasil penyelidikan dan gelar perkara terkait dengan laporan dugaan pencemaran nama baik, ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Artinya, dari hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan, aparat kepolisian menilai sudah cukup bukti adanya tindak pidana pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan Ketut Mahkota melalui media sosial maupun Sujana Budi melalui baliho,” ungkapnya.

Perbuatan pencemaran nama baik, yang menyebutkan Jro Pasek (Bendesa Adat,red) menyetor Rp 2,4 Miliar kepada kas desa, Rp 1,6 Miliar digelapkan untuk kepentingan pribadi, jelas tidak benar.

“Tudingan melalui media sosial dan baliho, juga ditujukan kepada Jro Pasek, Bendesa Adat Kubutambahan, bukan pribadi saya, sehingga wajar Pecalang Desa Adat mempertanyakan proses hukum ke Mapolres Buleleng,” tukasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here