Wapres : Pers Memiliki Peran Sentral Penanganan Covid-19

0
94
PEMBEKALAN : Wapres KH Ma'ruf Amin memberikan pembekalan kepada peserta "Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku" secara virtual, Senin (14/12/20).

DENPASAR – Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin mengapresiasi dan menilai positif langkah kolaboratif yang diinisiasi Dewan Pers bersama Satgas Penanganan Covid-19 dalam upaya pencegahan penularan Virus Corona.

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat memberikan pembekalan peserta “Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku” secara virtual, Senin (14/12/20). ” Insan pers memiliki peran central sebagai salah satu kunci sukses penanganan pandemi, yang secara sunguh-sungguh diupayakan pemerintah bersama dengan masyarakat, akademisi, dan dunia usaha,”kata Ma’ruf Amin dalam webinar yang dihadiri Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Ketua PWI Pusat Atal S. Depari dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardi.

Menurutnya, kegiatan “Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku” merupakan salah satu langkah meningkatkan gotong royong antar elemen bangsa untuk menghadapi dampak pandemi yang multidimensional. Beberapa ahli menyebut situasi pandemi sebagai salah satu fenomena “black swan” atau angsa hitam yaitu peristiwa langka berdampak besar, sulit diprediksi, di luar perkiraan biasa serta menimbulkan berbagai ketidakpastian atau “the unknown unknowns”. “Pandemi Covid 19 merupakan peristiwa yang belum pernah kita lalui sebelumnya sehingga informasi kridibel dan tepercaya semakin dibutuhkan untuk menjamin arus informasi yang bebas dari penyalahgunaan informasi seperti miss informasi, disinformasi, maupun malininformasi,”ungkapnya.

Melalui program “Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku”, Ma’ruf Amin percaya para peserta menjadi garda terdepan akan pemberitaan yang menjunjung tinggi etika jurnalistik yang pada akhirnya membawa perubahan perilaku masyarakat demi mencegah penularan Covid-19. Ia menegaskan, pola hidup bersih dan sehat diterapkan bukan hanya untuk sementara waktu sampai pemberian vaksin, tapi menjadi budaya dan gaya hidup baru masyarakat Indonesia seterusnya. “Disinilah peranan penting insan pers melalui pemberitaan edukatif, informatif, akurat, dan komprehensif dalam menggambarkan fenomena Covid-19 dan berbagai dampaknya dengan harapan masyarakat semakin memahami cara-cara melindungi diri dan keluarga serta lingkungan secara tepat,”tegasnya.

Selain pemberitaan terkait perubahan prilaku, insan pers juga merupakan garda terdepan menginformasikan program vaksinasi kepada masyarakat secara luas dengan menyertakan data dukung dan penjelasan ilmiah dari para pakar sehingga mampu menumbuhkan kesadaran sekaligus keyakinan akan manfaat vaksin. “Secara khusus, saya minta dukungan insan pers mengenai desiminasi informasi vaksin yang telah dinantikan bersama dengan terus menyemarakkan semangat pagar vasinasi untuk negeri melalui pemberitaan yang sesuai,”harapnya.

Sebelum mengakhiri pembekalan, Ma’ruf Amin berpesan kepada insan pers agar terus menghadirkan informasi yang akurat secara inovatif dan kreatif. Sebab, di era demokrasi sekarang ini, insan pers harus cermat dan profesional dalam mengabarkan informasi, tidak sekadar benar, tapi juga berkualitas dan bermakna. “Pers merupakan kanal penyerapan aspirasi masyarakat sebagai wujud cek and balance bagi pemerintah. Kebijakan dan kecermatan insan pers dibutuhkan agar aspirasi bisa disampaikan secara jujur dan terbuka. Objektivitas penyampaian aspirasi dibutuhkan untuk menjamin relasi pemerintah dan media massa agar lebih baik terutama di masa pandemi Covid-19. Melalui penyampaian aspirasi yang positif dan konsiten, pemerintah dapat terus meningkatkan aksi nyata dalam melindungi dan mensejahterakan segenap masyarakat indonesia,”tandasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here