Menengok Nasabah Binaan di Gianyar, Bank BPD Bali Konsisten Dukung UMKM di Masa Pandemi Covid-19

0
209

Suasana saat kunjungan ke sentra usaha CV Sari Karya Utama di Banjar Gadungan Desa Brasela, Kecamatan Payangan, Gianyar.

GIANYAR – Bank BPD Bali sebagai bank krama Bali terus bergerak maju guna mendukung serta mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengakhiri Tahun 2020 ini Bank BPD Bali, Jumat (11/12/2020) mengajak awak media mengunjungi salah satu nasabah binaan Bank BPD Bali yang ada di Gianyar. Kunjungan di tengah pandemi Covid-19, tetap mengikuti protokol kesehatan. Kunjungan ini dilakukan ke sentra usaha CV Sari Karya Utama, yakni usaha pembuatan bokor dari bahan raisin.

Meskipun kondisi masih kurang menguntungkan akibat pandemi Covid-19, nampaknya Bank BPD Bali terus mendorong UMKM agar berkembang.

Nasabah binaan Bank BPD Bali yang dikunjungi kali ini adalah salah satu pengrajin alat upakara seperti dulang, bokor, sokasih dan lain-lain di Banjar Gadungan, Desa Brasela, Kecamatan Payangan, Gianyar.

Nyoman Kartana selaku pemilik usaha pembuatan bokor ini mengungkapkan dalam masa sekarang ini memiliki spesialis produksi alat upakara seperti bokor, dulang dan sokasi. Dalam pengembangan usaha ini mendapat bantuan kredit yang berada di bawah binaan Bank BPD Bali Cabang Ubud. Usaha ini telah mendapatkan bantuan penguatan modal melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Bank BPD Bali senilai Rp 300 juta. Bukan hanya bantuan modal tapi Kartana juga menggunakan QRIS BPD Bali untuk proses transaksi.

“Kredit dari Bank BPD kami gunakan untuk meningkatkan produksi dan pengembangan usaha,” ungkapnya.

Kartana mengatakan usaha ini dijalankan sejak tahun 2013. Terkait adanya penambahan modal kerja dari Bank BPD Bali produksi usahanya meningkat 100 persen sebelum pandemi Covid-19 melanda.


“Sekarang produksi tinggal 30 persen dan hanya melayani pasar lokal saja,” ujarnya.

Menurut Kartana, sebelum pandemi Covid-19 pemasaran yang dilakukannya hingga ke Kalimantan, Sulawesi, Lampung dan beberapa provinsi lain di Indonesia. Walaupun pandemi Covid-19 belum berakhir, saya tetap bergairah memproduksi alat upakara untuk memenuhi pasar lokal. Apalagi alat upakara menjadi suatu kebutuhan masyarakat Bali kata Kartana.

Disebutkan saat ini produksi kami menggunakan bahan dasar raisin. Karena lebih cepat diproduksi, bisa dalam partai besar, harga terjangkau, desain bisa menyesuaikan keinginan pasar, waktu lebih efisien dan bahan baku lebih mudah didapatkan.

“Sebelum Covid-19 ratusan alat upakara ini bisa kami produksi per bulannya, tapi begitu pandemi berangsur-angsur produksi menurun,” sebutnya.

Kartana mengakui banyak mendapat dorongan dari berbagai pihak, terutama Bank BPD Bali yang mensupport pendanaan, akunya. “Usaha kami berkembang, apalagi sebelum Covid-19 melanda. Penjualan bisa Rp250 juta sampai Rp300 juta,” aku Kartana,

Sementara Wakadiv Umum dan Kesekretariatan Bank BPD Bali, Ni Nyoman Sri Utari Tresna, SE., yang memimpin rombongan awak media mengatakan pendampingan kepada usaha mitra binaan, pembuatan bokor dan dulang berbahan raisin itu diberikan sejak dua tahun lalu.

Sebelum pandemi ini, melalui pendampingan dan bantuan penguatan modal usaha dulang ukir kayu mampu menumbuhkan omzet hingga dua kali lipat, ujar Sri Utari.

Usaha pembuatan bokor tersebut sangat layak mendapatkan bantuan permodalan sesuai dengan hasil pendampingan yang diberikan sebelumnya.
Terbukti peningkatan omzet mencapai dua kali lipat. Namun karena terkena imbas pandemi, usaha pembuatan bokor ini harus melakukan restrukturisasi kredit.

“Agar usahanya bisa tetap berjalan, dan disesuaikan dengan potensi pasar yang masih melemah, ungkap Sri Utari.(pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here