
GIANYAR – Kedua tangan I Made Gede Duta terlihat cekatan menanam benih padi di area persawahan seluas 45 are, Rabu (9/12/2020). Pemuda asal Banjar Bada, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar ini memilih bertani demi menyambung hidup setelah dirumahkan dari kapal pesiar yang terguncang akibat pageblug Covid-19.
Made Dedut–sapaan akrab I Made Gede Duta, yang ditemui di sawah warisan orang tuanya itu mengaku sempat stres lantaran keberangkatannya untuk kali ketiga mendulang dollar di kapal pesiar ditunda karena pandemi. “Jadwal keberangkatan terus diundur hingga tidak ada kejelasan sampai sekarang,”tuturnya.
Setahun menganggur, Dudut pun memutuskan menggarap sawahnya. Ia menanam padi sendiri dan sudah tiga kali panen yang hasilnya dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Sekali panen dapatnya kurang lebih 2,5 ton gerabah yang kalau diuangkan Rp 7 juta kotor,”ujar pemuda yang sejak SD ditinggal ayahnya ini. (jay)








