
KLUNGKUNG-Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI bersama PSSI serius menggarap Program Main Bola Yuk, melalui kegiatan Youth fun juggling competition yang berlangsung di enam provinsi, 36 kabupaten/kota, salah satunya di Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali.
Youth fun juggling competition di Klungkung laksanakan di Gor Swecapura, Klungkung,Sabtu (5/12/2020). Kompetisi ini diikuti sejumlah club dibawah naungan PSSI Klungkung dengan jumlah peserta 310 orang. Tapi yang mengikuti langsung di GOR Swecapura hanya 30 orang sesuai arahan Satgas Penanganan Covid-19. Sisanya, peserta mengikuti secara virtual.
Kegiatan dibuka oleh Kadis Kebudayan Pemuda dan Olah Raga, Ida Bagus Jumpung Oka Wedana. Ikut hadir dalam competition itu, pemain nasional yang kini membela Bali United M Taufik. M Taufik sempat memberikan pelatihan kepada para peserta.

Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Zainudin Amali menyampaikan lewat virtual, sesuai Instruksi Presiden No 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI bersama PSSI, meluncurkan program Main Bola Yuk melalui Youth Fun Juggling Competition.
“Membangun sepak bola harus bersama sama, bersama PSSI dan steak holder lainnya. Segera susun tugas, tugas, pembinaan sejak usia dini. Ini bukan tugas PSSI sendiri juga pemerintah. Bangun sinergitas guna memajukan sepak bola Indonesia. Agar sepak bola bisa menjadi cabang olah raga yang membanggakan kita semua,” tandas Zainudin Amali.
Ia juga menyampaikan, tujuan diadakannya youth fun juggling competition adalah untuk menyemangatkan sepak bola Indonesia khususnya pada usia dini.
Ketua PSSI Mochamad Iriawan menyambut positif kegiatan ini sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda Dan Olah Raga RI.
“Terus majukan sepak bola Indonesia. Anak-anakku teruslah berlatih, bertanding,” ungkap Mochamad Iriawan.
Setali tiga uang, pemain nasional M Taufik pun menyambut positif kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat positif. Dalam kondisi pandemi adik- adik tetap bisa berolah raga. Tetap bisa main bola. Sangat bagus bagi adik-adik, ditengah sepak bola terhenti akibat pandemi,” kata M Taufik.
Menurut pemain Bali United ini pemain usia dini adalah masa depan, karena mereka punya bakat, punya potensi.
“Mereka pastinya punya mimpi juga jadi pemain profesional. Karena usianya masih dini, waktu masih panjang. Mereka punya cukup waktu untuk menyiapkan diri (berlatih,” demikian M Taufik.
Youth fun juggling competition berlangsung hingga 14 desember 2020. (yan)








