160 WP Hotel dan Restoran Terima Transferan Hibah Pariwisata  

0
76
SIMBOLIS : Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra menyerahkan hibah pariwisata kepada 160 wajib pajak hotel restoran.

GIANYAR – Bupati Gianyar I Putu Agus Mahayastra menyerahkan hibah pariwisata kepada 160 wajib pajak (WP) hotel dan restoran, Senin (16/11/2020) di Rumah luwih Desa Lebih, Gianyar.

Di Kabupaten Gianyar tercatat 1.850 hotel dan restoran yang diajukan  menerima  hibah pariwisata. Namun, baru 583 lolos verifikasi dan 160 wajib pajak sudah menerima transferan dana sekira Rp 40 miliar lebih. ”Jadi, pencairan dana ini sudah mendekati 50 persen dan sekarang tinggal SPJ. Kita akan amprah lagi pencairan tahap kedua sehingga tuntas Rp 135 miliar bisa dicairkan pada yang berhak menerima,” kata  Mahayastra.

Nominal hibah tersebut berbeda-beda. Hotel yang menerima dana paling besar yaitu Mandapa A Ritz Carlton di Jalan Raya Kedewatan, Ubud mencapai Rp 3.445.042.809. Sedangkan katagori restoran yaitu Four Seasons Resort di Desa Sayan, Kecamatan Ubud senilai Rp 1.400.442.932.

Mahayastra berharap dana hibah pariwisata dipergunakan dengan baik. “Bisa dipergunakan untuk biaya operasional usaha seperti bayar listrik, gaji pegawai, perbaikan hotel dan lain-lain. Saya yakin hibah ini sangat membantu pengusaha karena tidak dipungkiri perusahaan besar dengan jumlah karyawan di atas 800 akan sulit bertahan di situasi sulit ini. Kita berharap mereka bisa bertahan beberapa bulan lagi karena situasi pasti akan normal kembali,”  ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada skala prioritas dalam pencairan dana hibah. “Yang dapat Rp 1 juta pun kalau sudah penuhi syarat pasti kita transfer,” tegasnya.

Mahayastra meminta bagi 1.276 hotel dan restoran yang belum lolos verifikasi diberikan waktu sampai 15 Desember 2020 untuk memenuhi persyaratan sehingga total dana hibah pariwisata sebesar Rp 94.595.627.000 atau 70% dari Rp 135.136.610.000 bisa segera ditransfer. “Minggu depan harus sudah clear,”tandasnya.

Sementara, selesai menyerahkan dana hibah, Mahayastra membuka  bimbingan teknis program Cleanliness, Healt, Safety, Environmet (CHSE) bagi pelaku usaha hotel dan restoran dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Anak Agung Gde Putra.

Program sertifikasi kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan itu merupakan salah satu strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor usaha hotel dan restoran. Melalui standardisasi CHSE, pelaku usaha hotel dan restoran harus meningkatkan protokol kesehatan di lokasi usahanya. Dengan demikian, dapat memenuhi tuntutan konsumen ketika kegiatan kepariwisata di Bali dibuka kembali.

Pelaku usaha hotel, restoran, maupun pengelola obyek wisata yang mendapat Sertifikat CHSE berhak menempatkan logo “I Do Care” di tempat usahanya sebagai media promosi sekaligus peningkatan daya saing serta menjadi penanda bagi konsumen bahwa usaha hotel, restoran dan obyek wisata yang akan dikunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah. (jay)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here