Lestarikan Seni Budaya, Disbud Buleleng Garap Generasi Millenial

0
101
Lestarikan seni budaya, Budpar Buleleng gelar pelatihan menulis lontar

BULELENG – Berbagai upaya pelestarian seni budaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Selain pemenuhan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) juga gencar menggarap generasi millenial agar mengenal, memahami dan mencintai warisan seni budaya leluhur.

“Salah satunya, melalui kegiatan pelatihan menulis lontar yang menyasar pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kamis (12/11/2020) usai membuka kegiatan pelatihan menulis lontar di Puri Seni Sasana Budaya Singaraja.

Kegiatan yang digelar dua hari dengan metode pertemuan langsung dan virtual ini, kata Kadisbud Dody Aksara, bertujuan untuk melestarikan warisan seni budaya leluhur melalui edukasi kepada generasi muda/millenial, khususnya tentang kearifan lokal berupa budaya manuskrip.

“Dengan mengenalkan dan pelatihan tentang cara menulis lontar yang benar ini, kita harapkan generasi muda/milenial di Buleleng bisa mengetahui, memahami, sayang dan peduli terhadap khasanah budaya utamanya manuskrip tulisan diatas daun lontar,” ujarnya.

Selain edukasi cara menulis lontar yang benar, kegiatan yang digelar sesuai protokol kesehatan dan diikuti 102 peserta ini juga bertujuan untuk mengenalkan keberadaan Gedong Kirtya.

Dengan mengenalkan keberadaan Museum Buleleng dan Gedong Kirtya, generasi muda atau kaum milenial di Kabupaten Buleleng diharapkan mengetahui peninggalan bersejarah di Bumi Den Bukit yang terkenal sebagai pusat rancang bangun kebudayaan di Bali.

“Dengan mengenal tempat bersejarah, generasi muda di Buleleng kita harapkan mengenal dan mencintai warisan seni budaya leluhur, termotivasi untuk belajar serta mengembangkan warisan adi luhung para leluhur sesuai era kekinian,” tandasnya.

Peserta yang dibagi menjadi dua rombongan belajar, mendapat pelatihan dari I Gusti Bagus Sudiasta, mantan Kepala Museum Gedong Kirtya dan Ni Made Ari Dwijayanti dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here