Geledah Villa WN Australia, Polisi Temukan Home Industri Kratom yang Efeknya Mirip Narkoba

0
35
DITANGKAP : Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan beberkan bahan kimia yang disita dari Bule Australia Travis James Mcleod. 

DENPASAR – Penangkapan warga Australia Travis James Mcleod (43) dalam kasus kepemilikan sabu mengungkap adanya home industri di villanya Jalan Beraban nomor 70X, Banjar Taman, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Tersangka memproduksi obat-obatan dari bahan kratom yang efeknya mirip mengonsumsi narkoba.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, terbongkarnya produksi bahan tersebut berdasarkan pengembangan dari dua orang kurir yaitu Fx Welly (45) beralamat di Jalan Padang Udayana, Denpasar Barat dan Ngurah Mayun (38) yang tinggal di Jalan Banjar Wisma Kerta, Karangasem, Kamis (5/11/2020) sekira pukul 18.30 WITA. “Kedua tersangka ini dibekuk di Jalan Mahendradata Selatan, Gg Robi Wilen, Denpasar Barat sesaat setelah mengambil tempelan satu paket sabu seberat 0,86 gram,” kata Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (11/11/2020).

Keduanya pun mengaku mengambil sabu atas perintah dari Travis James Mcleod. Sekira pukul 19.30 WITA, polisi menggerebek bule berperawakan tinggi dengan rambut model gimbal itu di villanya.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan lima jirigen cairan kimia, tujuh botol cairan kimia berwarna coklat, satu plastik berisi serbuk putih, tiga loyang berisi serbuk warna hijau muda, sembilan loyang berisi adonan berwarna coklat, satu loyang berisi pecahan daun warna hijau, satu plastic klip berisi bunga kering berwana kecoklatan, blender, dua loyang berisi adonan berwarna coklat gelap, tiga tupperware berisi serbuk warna hijau, satu plastik besar berisi kapsul berwarna putih ungu, plastik silver berisi serbuk warna putih, timbangan digital, dua saringan plastic serta empat plastik masing-masing berisi botol kaca.

 “Berdasarkan hasil pemeriksaan labfor, bahan baku ini merupakan zat aktif mitranginin yang biasanya terkandung dalam daun kratom (mitragyna speciose) yang tumbuh di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. Mitranginin adalah zat yang efeknya sejenis dengan narkotika,”jelas Jansen Panjaitan didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Mikael Hutabarat.

Hanya, kata Kapolresta, bahan-bahan tersebut belum diatur dalam Permenkes No. 22 Tahun 2020 tentang Perubahan Pengolongan Narkotika meski efek yang ditimbulkan dari penggunaan zat tersebut mirip dengan mengonsumsi sabu, hasish, ganja ataupun jenis narkotikan lainnya. “Orang yang mengomsumsi bisa ngefly selama kurang lebih tujuh jam,”ungkap Jansen.

Travis yang 2,5 tahun tinggal di Bali mengaku sudah enam bulan memproduksi bahan-bahan tersebut yang dikemas dalam bentuk kapsul. Penjualannya tidak hanya kepada pelanggan sesama warga asing yang tinggal di Bali tapi juga dikirim ke Australia.  “Modus penjualannya dimasukkan dalam amplop dan di negaranya penggunaan bahan ini legal,” beber mantan Wakapolres Badung ini.

Travis James Mcleod tidak ditahan karena kasus home industri yang menggunakan Kratom tersebut. Ia hanya menjalani proses hukum terkait kepemilikan sabu yang diperkirakan sudah dikonsumsinya selama satu tahun lebih. “Selama di Bali dia tidak memiliki pekerjaan dan baru memulai bisnis mengedarkan kratom ini,”tandas Kapolresta sembari menambahkan pihaknya masih berkoordinasi dengan Labfor dan BBPOM.

Pada kesempatan itu, Kapolresta juga membeberkan pengungkapkan lima orang tersangka lainnya yaitu Taufik (30) yang ringkus di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar, Zaynul (26) di Jalan Pulau Moyo, Denpasar, Pasek (39) di Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta dan Anggara (23) di Jalan Tukad Unda Denpasar Selatan.  Dari penangkapan ini disita barang bukti 53,41 gram sabu dan 162 butir ekstasi. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here