MPP Segera Pindah ke Gedung Museum Sagung Wah

0
37
Gedung Museum Sagung Wah Yang belum digunakan akan jadi kantor DPMPPTSP dan Mall Pelayanan Publik

TABANAN – Adanya Permendagri Nomor 90 tahun 2019, tidak diperbolehkan lagi pemerintah daerah  menyewa gedung untuk kantor. Hal ini berimbas pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) atau Dinas Perijinan yang selama ini selalu menyewa gedung untuk kantor. Kantor DPMPPTSP akan pindah ke Museum Sagung Wah di areal Taman Kota Bung Karno dan rencananya akan dimulai diuji coba 13 November mendatang sekaligus jadi mall pelayanan publik (MPP).

Dalam uji coba tersebut nantinya akan menyediakan 104 pelayanan perizinan atau yang sebelumnya sudah diterapkan di kantor DPMPPTSP Tabanan. Kemudian konsep dari Mall Pelayanan Publik (MPP) tersebut adalah “cafe model”. Cafe Model ini dipilih mengingat sesuai dengan rekomendasi dari Kemenpan RB dan kondisi serta situasi gedung sebelumnya yakni Museum Sagung Wah. Namanya nanti adalah Gedung Mall Pelayanan Publik Sagung Wah bukan MPP Tabanan.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Tabanan, Wayan Sukanrayasa mengatakan, sesuai Permendagri 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD atau yang mengacu pada Permendagri 90 tahun 2019 tak ada lagi anggaran rekening sewa gedung di tahun 2021. Sehingga, Kantor DPMPPTSP Tabanan yang saat ini masih menyewa gedung terpaksa pindah dengan memanfaatkan aset daerah. Padahal, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sewa gedung selama setahun senilai Rp 330 Juta.

“Sesuai aturan tersebut , kami tidak boleh lagi menyewa gedung meski sudah dianggarkan. Makanya mau tidak mau kami harus pindah dan kantor DPMPPTSP akan pindah ke Gedung Museum Sagung Wah yang belum difungsikan,” jelas Sukanrayasa, Kamis (05/11/2020)

Setelah penjajakan, kata dia, barulah memilih Museum Sagung Wah karena memang dianggap layak oleh Kemenpan RB sebagai kantor termasuk juga Mall Pelayanan Publik (MPP). Pihaknya juga meminta untuk menyesuaikan gedung di museum, cocoknya menggunakan cafe model, seperti dinding kayu dan plafon ada hiasan gantung.

“Untuk sarana prasarana masih kami siapkan saat ini. Dan akan seperti cafe model,” ungkapnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here