Dewan Tolak “Sidang Rakyat” Digelar Santi

0
123

DENPASAR – Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry menolak digelar sidang rakyat sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang disampaikan elemen masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (Santi) di Wantilan DPRD Bali, Senin (02/11/2020). 

Dalam penyampaian aspirasi terkait pengesahan Rancangan UU Omnibus Law Cipta Kerja, mahasiswa tetap ngotot agar penyampaian aspirasinya yang diterima DPRD Bali digelar lewat sidang rakyat. Lantaran kengototan mereka dan memaksa agar tetap digelar sidang rakyat, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry tetap menolak digelar sidang rakyat. Sebaliknya, Sugawa Korry meminta mahasiswa yang mengatasnamakan masyarakat, dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya dan berdialog. 

Lagi-lagi mereka tidak terima dan tetap melanjutkan penyampaian aspirasinya dengan resmi seperti kegiatan persidangan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila. Sugawa Korry dalam kesempatan tersebut mengingatkan, untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila akan diikuti sebagai bentuk penghormatan terhadap lagu kebangsaan Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesi.

“Kami mengingatkan, kami akan mengikuti untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila sebagai bentuk penghormatan kami terhadap negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), “tegasnya. 

Setelah menyanyaikan lagu Indonesia Raya dan Teks Pancasila, salah seorang mahasiswa langsung memandu jalannya penyampaian aspirasi yang diawali dengan sidang rakyat penyampaian aspirasi dibuka secara resmi dan langsung mengetuk mik sebanyak tiga kali sebagai pertanda sidang rakyat dimulai. 

Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry langsung berdiri dan akan meninggalkan Wantilan DPRD Bali. Hal itu dikarenakan, sesuai dengan aturan Tata Tertib yang berlaku di DPRD Bali tidak ada penyampaikan aspirasi nasyarakat yang digelar lewat sidang.

“Kami tidak takut ada penyampaian aspirasi, kami menghormati lembaga dan penyampaian aspirasi sesuai aturan tata tertib yang berlaku. Silahkan saudara menyampaikan aspirasi. Kalau lewat sidang kami tidak mengikuti, “katanya dan langsung bergegas meninggalkan meja pertemuan di Wantilan DPRD Bali. 

Lagi-lagi mahasiswa meminta agar aspirasi lewat persidangan dapat diterima oleh dewan. Sugawa Korry meminta mahasiswa untuk mencabut pembukaan persidangan yang ditandai dengan mengetuk mik sebagai pertanda persidangan dimulai.

“Selahkan anda cabut dulu pembukaan sidang tandi. Kalau anda tidak cabut pembukaan sidang itu kami tidak akan mengikuti, ” tegasnya. 

Lantaran mahasiswa tidak mau mencaut agenda persidangan rakyat, Sugawa Korry bersama anggota Komisi IV DPRD Bali diantaranya Nyoman Oka Antara dan Ketut Boping Suryadi langsung meninggalkan mahasiswa menuju ruangan dewan. Kemudian mahasiswa teyap melanjutkan agenda sidang penyampaian aspirasi. (arn) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here