Demo di Kantor DPD RI Bali Ricuh, Kepala AWK Dipukul

0
145
DIPUKUL : Video screenshot kepala Senator Arya Wedakarna dipukul seorang pendemo. foto/dok.

DENPASAR – Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa puluhan massa dari Perguruan Sandhi Murti dan warga Nusa Penida di halaman Kantor DPD RI Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Rabu (28/10/2020) siang.

Dalam rekaman video, anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) dipukul.  Kejadian itupun viral di media sosial termasuk di akun Instagram aryawedakarna dengan caption, ”AWK Dianiaya oleh Pendemo di Kantor DPD RI”.

Massa mengenakan pakaian adat madya awalnya berorasi di luar pagar. Kemudian, mereka dipersilahkan masuk untuk berdialog dengan AWK tapi menolak. Anggota Komite I Bidang Hukum DPD RI itupun keluar menemui massa. Situasi semakin memanas hingga kepala AWK dipukul. Beberapa polisi termasuk ajudan pribadi AWK berusaha meredam emosi massa sembari membawa AWK masuk.

Ditemui setelah kejadian, AWK mengaku mendapatkan penganiayaan pada bagian tangan kanan dan wajah. Ia juga mempelihatkan rekaman video salah seorang memukul kepalanya. “Ada satu tindakan penganiayaan pada tangan dan muka dan ada video yang menggetok kepala saya. Ada dua sampai tiga orang,” katanya kepada wartawan.

Setelah situasi meredam, AWK mendatangi RS Bhayangkara di Jalan Trijata dan rencana melapor ke Polda Bali. “Pertama penghinaan, kemudian penganiayaan. Saya akan visum dulu sesuai nasihat dari polisi. Setelah itu saya akan laporkan ke Polda sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol Nyoman Karang Adiputra mengatakan, pihaknya belum menerima surat pemberitahuan ataupun izin terkait aksi demo tersebut. “Cuman karena anggota kami di lapangan memonitor situasi. Dengar ada pergerakan sehingga kami melaporkan ke pimpinan ke Polresta untuk memohon pengamanan antisipasi. Di awal kami melakukan pengamanan secara humanis. Artinya, apabila mereka melakukan orasinya kami sudah arahkan untuk sebisa mungkin beberapa perwakilan menghadap Arya Wedakarna karena sudah berkenan diterima tapi fakta di lapangan, mungkin karena massa terpancing emosi sehingga AWK hadir di tengah mereka (massa),” tandas Kompol Karang.

Sebelumnya, viral video AWK menyinggung soal Bhatara di Pura Dalem Ped Nusa Penida bukanlah dewa tapi makhluk suci. “Kami disini sangat kecewa kepada Wedakarna atas statement yang disampaikan kemarin dalam videonya. Melecehkan Ratu Gede Mecaling sehingga masyarakat Nusa Penida sangat marah dan kami sangat kecewa dengan pernyataan Wedakarna tersebut. Tolong Wedakarna segera datang ke Nusa Penida dan meminta maaf sama masyarakat Nusa Penida.Itu poinnya,” ujar Nengah Jana dari Nusa Penida.

Pinisepuh Sandhi Murti I Gusti Ngurah Harta menyampaikan, kedatangan orang-orangnya ke Kantor AWK merupakan undangan dari AWK yang mengajak untuk berdialog. “Kita memang tidak kasih anak-anak dialog. Kami kesana hanya ingin demo dan orasi supaya mendengarkan uneg-uneg masyarakat Bali. Sebab, masyarakat Bali sangat tersinggung sekali dengan pelecehan-pelecehan simbol-simbol yang dipuja oleh masyarakat Bali,” ungkapnya.

Pihak Sandhi Murti enggan berdialog karena datang bukan untuk kompromi. Terkait adanya pemukulan tersebut, Ngurah Harta membantahnya.  “Mungkin ada kawan-kawan yang ingin mengelus kepala sang raja,” katanya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya di Jalan Tukad Citarum. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here