Cara Cerdas Mengatasi Krisis, Mardana Geluti Kebun Jagung, Raup Omzet Rp 10 Juta Per Bulan

0
35
Mardana sukses mengembangkan tanaman jagung

KARANGASEM – Pandemi Covid-19 telah meruntuhkan perekonomian warga. Terlebih Masyarakat Bali yang menggantungkan pada sektor pariwisata.
Dimana industri pariwisata juga runtuh akibat pandemi Covid-19.

Namun bagi I Made Dwi Mardana, petani jagung asal Lingkungan Peladung Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem berusaha tetap bangkit. Meskipun tidak cukup ilmu soal bertani jagung, pria jebolan sarjana ekonomi ini justru melejit setelah menggeluti berkebun jagung.

Saat ini ia sedang mengembangkan tanaman jagung bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Ia bakal menanam jagung seluas 10 hektar dan saat ini sudah terealisasi 50 are. Selama ini Mardana memilih panen jagung muda ketimbang menjual jagung kering. Sebab, selain panen lebih cepat juga keuntungannya dobel.

“Bisa panen setiap hari, bahkan jika ada pembeli yang mau memanen secara langsung juga saya layani,” ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya jika menjual jagung muda keuntungannya juga berlipat, selain menjual jagungnya, pohon jagung serta kulit jagung bisa dijual untuk pakan sapi. Satu batang pohon jagung yang masih hijau dijual Rp 350. Sedangkan jagung dijual Rp 1.000 per butir.

Permintaan jagung saat ini kata dia cukup banyak. Bahkan omset penjualan jagung bisa mencapai Rp 10 juta setiap bulan. Selain menjual jagung, Mardana juga mengolah jagung menjadi tepuk jagung. Tepung jagung dijual untuk keperluan pakan babi. Tepung jagung dijual Rp 5.300 per kilogram.

Hal inilah yang membuat Mardana bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi ditengah situasi pandemi. Sukses menjadi petani jagung, ia pun melirik usaha baru yakni usaha kompos. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here