WNA Rela Antre Demi “Terkena” Rapela

0
126
MAKAN GRATIS : Warga asing menerima makanan gratis dari LPM Legian.

BADUNG – Tak hanya warga lokal dan pendatang, wisatawan juga banyak “terkena” razia perut lapar (rapela) yang digagas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian. Bahkan, mereka rela antre untuk mendapat pembagian makanan gratis di masa pandemi Covid-19.

Ketua LPM Legian Wayan Puspa Negara selaku inisiator aksi razia perut lapar menuturkan, kegiatan awalnya lebih cenderung menyasar pemulung dan penduduk non permanen. Namun, sejak satu bulan lalu, pihaknya melihat beberapa bule yang dirasa membutuhkan bantuan makan. “Terus terang kami juga merasa kasihan dengan para bule ini. Seperti pada September lalu, kami temukan bule yang makan bakso di area pantai sekitar lokasi Pamelastian. Selain itu, ada pula bule yang meminta-minta uang dari warga semata-mata untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” ucapnya, Selasa (20/10/2020).

Kini, kata Puspa Negara, tiap harinya terdapat puluhan orang asing yang ikut merapat ke lokasi pelaksanaan razia perut lapar. “Kebanyakan warga asing itu berasal dari Australia. Ada juga dari Palestina, India, Belanda, dan negara-negara lainnya,”ujarnya.

Puspa Negara mengaku sempat berbincang dengan sejumlah bule  terutama alasan mereka bertahan di Bali dalam kondisi bekal  menipis tipis. “Beberapa mengaku merasa lebih aman dari Covid-19. Bahkan ada bule Australia yang mengaku yakin takkan sampai kelaparan karena Bali merupakan second family,” sebutnya.

Tidak hanya sekadar kegiatan sosial, aksi tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas seperti pencurian. “Kami sangat menyadari perut yang lapar adalah salah satu alasan orang melakukan aksi pencurian. Jadi, bantuan makanan yang kami berikan atas dukungan berbagai pihak ini juga ingin mengantisipasi kejadian seperti pencurian,” akunya.

Setiap pelaksanaannya, LPM Kuta  membagikan 150 bungkus nasi gratis. Jumlah itu dirasa masih minim dibandingkan animo masyarakat. “Kalau bicara jumlah ideal, itu per harinya saya rasa sekitar 400 bungkus. Tapi khusus di hari Jumat, jumlah nasi yang kami sediakan memang sudah mencapai angka di atas 500 bungkus,” imbuhnya. (adi,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here