Jerinx SID Menangis Dengar Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi

0
228
BERSAKSI : Gusti Ayu Arianti bersaksi dalam sidang perkara "IDI Kacung WHO" dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx.

DENPASAR – Suasana haru mewarnai sidang lanjutan perkara “IDI Kacung WHO” di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (20/10/2020). Terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx SID menangis saat mendengar kesaksian seorang perempuan yang kehilangan bayi dalam kandungan.

Sidang menghadirkan empat orang saksi yaitu dua personel band Superman Is Dead (SID) Eka Rock dan Bobby Cool serta pasutri asal Mataram. “Mohon maaf yang mulia, kami hadirkan dua saksi yang tidak tercatat dalam berkas perkara. Sekiranya yang mulia mengizinkan karena ini terkait dengan kepentingan terdakwa. Saksi adalah pasangan suami istri, salah seorang korban dari prosedur rapid test,” pinta penasihat hukum I Wayan Gendo Suardana yang diiyakan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnyanadewi itu.

Saksi tersebut adalah Gusti Ayu Arianti (23). Perempuan itu mengaku tidak mengenal Jerinx tapi merasa terpanggil untuk menguatkan postingan Jerinx di media sosial dan mewakili jeritan suara hatinya saat kehilangan bayi dalam kandungan karena prosedur rapid test.

Ia menceritakan, pada 18 Agustus 2020 pagi merasa perutnya sakit tanda mau melahirkan. Saksi diantar suaminya tapi sampai RSAD Mataram, petugas tidak langsung melakukan penanganan dan mewajibkan Arianti menjalani prosedur  rapid test. “Tapi, petugasnya bilang tidak ada rapid tes di rumah sakit itu (RSAD Mataram) dan saya disuruh rujukan ke Puskesmas,” ucapnya.

Saksi tiba di RSAD dalam kondisi sudah pecah ketuban. “Suami saya bilang kalau saya sudah pecah ketuban dan memohon ke petugas untuk segera ditangani. Tapi, petugasnya bilang tidak bisa karena harus melalui prosedur (rapid test),”ujarnya.

Saksi yang hamil untuk kali kedua itu menuju Puskesmas Pagesangan dan harus antre sekira 15 menit. Itupun setelah ada bidan yang melihat dan dibantu mempercepat dilakukan rapid test. Sekira satu jam, hasil pun keluar kemudian saksi memutusukan ke rumah sakit Permata Hati. “Selama proses ini, saya menghubungi dokter kandungan yang selama ini diajak konsultasi tapi teleponnya tidak diangkat.  Setelah menjalani operasi, saya diberitahu bayi saya sudah tidak bernyawa sejak tujuh hari dalam kandungan. Saya bingung dan heran karena waktu USG dikatakan dokter sangat sehat,”lirihnya sembari meneteskan air mata dan mengatakan bahwa bayinya tersebut kelamin laki-laki.

Kesaksian itu membuat Jerinx ikut larut dalam kesedihan dan terlihat beberapa kali mengusap air mata menggunakan tangan dan masker. Bahkan, suami Nora Alexandra itu sempat sesenggukan. Pun ditanya majelin hakim, pria yang tubuhnya dipenuhi tato itu tak mampu berucap. “Terima kasih atas kesaksiannya. Saya  turut berduka atas meninggalnya bayi ibu,” ucap Jerinx yang suaranya terdengar serak.

Sementara, Eka Rock dan Bobby Cool lebih banyak ditanya kedekatan dengan terdakwa. ”Pertanyaannya, ya, soal hubungan kami dan bagaimana karakter Jerinx. Juga soal sering tidaknya melihat posting-postingan Jerinx di medsos. Intinya, dia (Jerinx) baik. Jika tidak baik, kami tidak akan baik-baik saja selama 25 tahun ini berkarya. Bahkan terakhir, Jerinx berencana untuk menggelar misi atau acara sosial dengan bermusik, semacam penggalangan dana untuk kemanusiaan akibat pandemi saat ini,” ujar Eka yang merupakan bassis SID dan Boby Cool sebagai vokalis.  (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here