Hasil Survey, 58 Persen Ingin Perubahan dan Pilih Panji-Budi

0
143

Cabup Tabanan nomor urut 2, AA Ngurah Panji Astika ketika memaparkan visi-misi Panji Budi, di Luwus, Baturiti, Tabanan (18/10/2020)

TABANAN – Menjelang suksesi kepemimpinan di daerah Tabanan, DPD Demokrat Bali menyampaikan hasil survey yang menyebutkan 58 % masyarakat menginginkan figur baru calon kepala daerah yang mampu membawa perubahan dan memilih pasangan calon AA Ngurah Panji Astika dan Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi) untuk memimpin Kabupaten Tabanan.

Berdasarkan realita angka seperti itu, menggambarkan kompetisi dalam perhelatan demokrasi tersebut makin ketat. Dengan demikian terkait Pilkada Tabanan tahun 2020 yang memunculkan paslon Panji-Budi akan melahirkan pemimpin alternatif yang makin menggairahkan masyarakat yang menentukan pilihannya di TPS 9 Desember mendatang.

Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta menjelaskan sebagian besar responden menginginkan perubahan melalui pemimpin baru Panji-Budi (58%). Fenomena ini menggambarkan responden lebih memilih calon bupati alternatif yang diharapkan mampu merealisasikan perubahan itu sendiri. ”Hasil survei internal Partai Demokrat menunjukkan mayoritas rakyat sekarang menginginkan perubahan dengan berbagai alasan dan argumen. Ada yang tidak puas dengan kondisi saat ini dan menganggap pembangunan di daerahnya mandeg,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta saat acara tatap muka Paket Panji-Budi (PADI) dengan masyarakat di Luwus, Baturiti, Tabanan, Sabtu (17/10/2020).

Hal senada dilontarkan Ketua Tim Pemenangan Panji-Budi, Made Asta Dharma. Pihaknya juga sudah selesai melakukan survey melalui Tim Survey Independen Panji-Budi yang digelar selama sebulan mulai dari tanggal 15 September hingga 15 Oktober 2020 lalu. “Respondennya terdiri dari petani, pedagang, pelaku usaha, seniman dan anak muda milenial. Hasilnya menyebutkan 56% masyarakat Tabanan menghendaki perubahan di balik kegamangan publik melihat situasi sekarang ini. Untuk calon bupati dan wakil bupati mereka memilih Panji-Budi nomor urut 2. Mereka meminta agar Tabanan dipimpin oleh figur terbaik yang jujur, profesional dan pekerja keras untuk menjalankan komitmennya memperbaiki kabupaten yang dianggap tidak ada perkembangan dan kemajuan sejak 20 tahun lalu,” tuturnya.

Paslon Panji-Budi saat simakrama di Luwus,Baturiti.

Acara tatap muka dengan masyarakat Baturiti di rumah Sekjen DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Wayan Adnyana. SH ini dilaksanakan dalam jumlah terbatas sesuai protokol kesehatan Covid-19 tersebut dihadiri para tokoh politik, petinggi partai di Bali dan Panwascam Baturiti. Selain Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta, nampak hadir pula Plt. Ketua Demokrat Tabanan, I Nengah Pringgo, Plt. Sekjen Demokrat Tabanan IGM Purnayasa, Sekjen Partai NasDem Tabanan Made Putrayadi yang juga Sekjen Tim Pemenangan Panji Budi, politisi Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, IB. Astawa Merta, Putu Suasta dan dari Tim Pemenangan Panji-Budi, Ketua Korcam Baturiti, Ketut Semara Putra.

Dengan kemunculan Paket Panji-Budi (PADI) yang merupakan duet pengusaha putera asli Tabanan ini akan semakin menebarkan aura baru yang mampu menggairahkan animo masyarakat pemilih untuk Perubahan Tabanan yang lebih baik.

Dalam visi-misi Panji-Budi yakni Ngardi Loka Hita Tabanan atau mewujudkan Tatana Tabanan yang Baru, di atas pondasi histori, modal sosial budaya dan kemandirian untuk masyarakat Tabanan yang maju, sejahtera dan bahagia, baik mikrokosmos maupun makrokosmos, cukup sandang, pangan dan papan. 14 Program Unggulan Panji-Budi diantaranya Program Menuntaskan Jalan Rusak, minimal dalam 4 tahun, memperbaiki seluruh jalan rusak di Tabanan dengan memprioritaskan jalan-jalan di desa yang penting untuk distribusi hasil pertanian.

Selanjutnya Program Jaringan Investasi, membangun jaringan investasi industri pasca panen, serta bisnis pertanian untuk membuka sebanyak-banyaknya lapangan kerja bagi generasi muda Tabanan. Memberikan stimulus dan pelatihan UMKM untuk meningkatkan daya saing pengusaha pemula Tabanan.

Dalam hal Pendidikan, meniadakan biaya-biaya diluar BOS (seperti sumbangan komite sekolah), mencantumkan muatan lokal dalam kurikulum Pendidikan PAUD, SD, SMP dan SMA.

Di Bidang Kesehatan, menggratiskan iuran BPJS Kesehatan sebanyak 50.000 peserta asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut di tahun pertama jabatan. Selain itu memberikan tanggungan kesehatan kepada Sulinggih dan pemangku Dang Kahyangan dan Sad Kahyangan.

Di sektor Lapangan Kerja, mempermudah pengiriman tenaga kerja keluar negeri, dengan melakukan kerjasama antara pemerintah daerah dan pengguna tenaga kerja.

Guna mendistribusikan segala macam produk, akan dibuat Digital Market Place, menyediakan pasar digital atau e-market place untuk menopang UMKM
dan industri kreatif di Tabanan.

Selain itu Menata Kawasan Perkotaan Tabanan, mengembangkan kawasan Perkotaan Tabanan yang modern dan memiliki identitas dan wawasan budaya.

Tak hanya itu, Pengolahan Sampah juga dioptimalkan dengan membuat sistem pengolahan sampah Tabanan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Simakrama Berkala, mengadakan simakrama mingguan dan bulanan untuk merespon aspirasi masyarakat Tabanan.

Yang paling ditunggu dan dirindukan masyarakat Tabanan adalah Penataan Catus Pata Kediri, mengembalikan patung Wisnu Murthi di Catuspata Kediri serta menempatkan patung Ir. Soekarno ke tempat yang lebih representatif.

Penguatan Desa Adat, meningkatkan dan memperluas kapasitas kelembagaan untuk
mengakses sumber-sumber ekonomi pembangunan.

Dan yang terakhir dalam hal Program Fasilitas Pariwisata, membangun destinasi wisata baru berbasis budaya dan pertanian dan mengembangkan fasilitas penunjang wisata di Kawasan Pariwisata Tabanan. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here