Tingkatkan Solidaritas Sosial, Parta : Jangan Sampai Krama Kasepekang karena Utang di LPD

0
416
SIMAKRAMA : Anggota DPR RI I Nyoman Parta simakrama dengan krama Desa Adat Banda, Gianyar.

GIANYAR – Anggota DPR RI I Nyoman Parta meminta masyarakat Desa Adat Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, meningkatkan solidaritas sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kalau ada krama yang sudah tidak bisa makan,  mohon kasi bekal. Kepada krama yang masih mampu mohon berbagi kepada krama lainnya. Jangan sampai ada krama kasepekang (dikucilkan secara adat) karena tidak bisa bayar utang di LPD karena situasi sulit,”ujarnya dihadapan perwakilan krama Desa Adat Banda saat simakrama serangkaian  Piodalan di Pura Dalem setempat, Jumat (16/10/2020).

Meskipun perkiraan vaksin virus Corona sudah ada tahun 2021 tapi I Nyoman Parta meyakini dari 270 juta penduduk Indonesia tidak semuanya bisa tercover langsung. Sebab, vaksin tersebut dibutuhkan semua negara.  “Perkiraan di Indonesia vaksin buatan dalam negeri baru bisa digunakan bulan April,”katanya.

Parta pun meminta masyarakat jangan terlalu takut berlebihan dengan Virus Covid-19. “Covid ini seperti flu biasa tapi dia bisa menghilangkan indra penciuman dan perasa buat sementara. Staf tyang (saya) saja sudah terkena dua kali tapi dia tidak apa-apa, masih sehat. Jadi, jangan sampai takut berlebihan. Sampunang nyeh, sampunang bes serem (jangan takut, jangan terlalu dibuat seram-red,”tegasnya.

Parta juga menyarankan apabila ada warga dinyatakan positif Covid-19 agar tidak lagi dijemput menggunakan ambulans. “Telepon saja atau datang sendiri ke rumah sakit,”kata politisi asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini.  

Khusus bagi warga yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes atau jantung diimbau agar berhati-hati. “Memang penyakit bawaan tidak ada keterkaitan langsung dengan Covid-19 tapi bisa menyebabkan kondisi tubuh drop sehingga yang mempunyai sakit bawaan harus taati protokol kesehatan” imbaunya.

Parta kembali menekankan agarmasyarakat menjaga imun tubuh serta mematuhi protokol kesehatan karena  Indonesia sedang diboikot oleh 59 negara karena masyarakat kurang disipilin.  “Maklum, kalau diam di rumah tidak ada yang ngasi makan,” tandasnya.  (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here