Ketua PBSI Denpasar Tak Tahu Pencoretan Aditya

0
30
Ketut Suteja Kumara

DENPASAR – Pencoretan salah seorang pebulutangkisnya Putu Aditya Pratama Putra dari tim bulutangkis PON Bali ternyata tak diketahui Ketua Pengkot PBSI Denpasar Ketut Suteja Kumara.  Seperti diketahui, Adit sapaan Putu Aditya Pratama Putra dicoret oleh Pelatda Bali karena tidak mengikuti tes fisik pertama silam bagi atlet lolos PON XX/2021 di Papua mendatang, karena halangan pekerjaan.

Suteja Kumara ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu dengan pencoretan pebulutangkis putra Denpasar tersebut. “Saya tidak tahu kalau Adit dicoret karena hal itu. Memang sih kalau dilihat dari alasan tidak ikut tes karena bekerja itu merupakan pilihan karena atlet  juga butuh pekerjaan demi masa depannya termasuk Adit,” tutur Suteja Kumara, Senin (12/10/2020).

Hanya saja dirinya mengutarakan, semua itu sebenarnya harusnya dicarika jalan keluar lebih dulu sebelum dicoret. Apalagi itu masalah PON, atlet saat berlaga di even internasional juga harusnya tetap dicarikan solusi atau dimaklumi. “Kami sarankan ke depannya jika ada hal semacam itu terjadi pada diri atlet, seharusnya pihak yang mencoret atau pihak perusahaan tempat bekerja atlet bisa memaklumi kondisi tersebut kepada atlet bersangkutan, sehingga atlet tetap bisa bertanding,” tambah anggota DPRD Denpasar itu.

Dengan demikian lanjutnya, maka para atlet akan bisa menjalankan keduanya baik bekerja atau dalam mengejar prestasi. Hal itu dinilai Suteja Kumara karena semuanya sama-sama ositif bagi atlet itu sendiri. “Sedikit fleksibel harusnya karena atlet juga perlu masa depan diluar prestasi olahraganya. Artinya keduanya sangat penting bagi atlet itu sendiri. Saya harap kejadian itu tak mematahkan semagat atlet dan terus berlatih diluar aktivitas bekerja atau akademisnya dan tetap semangat,” demikian Suteja Kumara seraya menambahkan jika dunia bulutangkis di Denpasar tetap konsisten dalam melakukan pembinaan, regenerasi dan mengejar prestasi. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here