Jembatan Penghubung Kerambitan dan Seltim Putus

0
47
AMBLES : Bagian tengah jembatan penghubung Kerambitan dan Selemadeg Timur ambles

TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Tabannan selam seharian oenuh Sabtu (10/10) membuat air sungi terpesar dna terpanjang di Tabanan Tukad Yeh Ho meluap. Sungai yang bermuara diperbatasan  antara Desa Tibubiu, Kerambitan dan Desa Beraban Selemadeg Timur telah merusak memutus jembatan penghubung kedua desa bertetangga tersebut. Akibatnya jembatan yang merupakan jalur pintas tersebut. Selian ti dua bangsa nelayan di bibir pantai juga tergerus air ke laut.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Tibubiu, Kerambitan I Ketut ‘Sadam’ Arsana Yasa mengungkapkan air bah Yeh Ho menerjang seluruh bantaran sungai. Bahkan jembatan penghubung dengan desa beraba  rusak parah dan tidak bisa dilalui. Di bagaian barat dekat dengan Desa Beraban, bagian tengah jembatan ambrol sepanjang lima belas meter sedalam satu meter sehingga sama sekali tidak bisa dilalaui kendaraan. Padahal  jembatan tersebut merupan jalur vital dan menjadi jalur pintas bagi warga baik dari Barat maupun dari timur. “Itu jalur pintas bagi warga, kini warga harus memutar sekitar 20 kilometer lewat jalur utama, kasihan warga,” ucapnya dikonfirmasi MInggu (11/10).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama Kepala Desa Tibubiudan Desa Beraban telah mengecek dan melakukan rembug untuk segera memperbaiki jembatan tersebut. Dari pengecekan di lokasi, setidaknya dibutuhkan anggran sekitar Rp 100 Juta baik untuk bahan maupun untuk pengerjaan jembatan beton tersebut. “Kami sepakat jembatan tersebut harus segera diperbaiki dan pendanaannya dilakukan secara sharing,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan Damkar Tabanan untuk membersoihakn lumpur n di pintu masuk jembatan yang setinggi lutut orang dewasa. Pihaknya terpaksa minta bantuan damkar, karena sulit dilakukan secara manual. “Mudah-mudahan secepatnya bisa dibantu agar proses perbaikan jembatan segera dpat dilakukan,” harapnya.

Bangsal nelayan tergerus ke laut

Hujan deras dan meluapnya beberap sungia di wilayah Selemadeg Timur kata Sadam, juga menyebakan dua bangsla tempat nelayan menambatkan jukung hanyut tergerus air ke laut. Kedua bangsal tersebut milik Kelompok nelayan Medori Putih Desa Tegal Mengkeb dan Bangsal Jukung Kelompok Segara Taman Kelecung, amblas disapu banjir bandang. “Padahal keduanya merupakan banbtaun pusat melwat DAK di tahun 2014 lalu, kini semuanya lenyap,” sesalnya.

Akibat kejadian tersebut nelayan terpaksa memarkir jukung mereka lebih jauh ke darat dan tempat lebih tinggu dan tidak punya bangsal lagi untuk parkir jukung atupun untuk menurunkan hasil tangkapan. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here