PKPA Peradi Denpasar Hadirkan Prof. Otto Hasibuan

0
50

Budi Adnyana (kanan) dan Fredrik Billy (kiri)


DENPASAR – Pendidikan Khusus Profesi Advokat ( PKPA ) yang merupakan kerjasama DPC Peradi Denpasar dengan Fakultas Hukum Universitas Udayana di gelar di Fakultas Hukum (FH) Universitas Udayana (Unud), mulai Jumat (09/10/2020). Dalam acara tersebut menampilkan narasumber utama Prof.Dr. Otto Hasibuan, SH. MM. yang membawakan materi tentang sejarah dan peran organisasi Peradi.
Tampilnya Otto Hasibuan, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Peradi dalam Munas III pada Rabu lalu (7/10/2020) lalu sangat menarik dan membuat tingginya antusiasme peserta PKPA yang berjumlah 70 orang calon advokat, karena begitu banyak dialog cerdas yang terjadi antara Bang Otto dengan para peserta PKPA.


Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. Putu Gede Arya Sumertha Yasa, SH.,M.Hum dalam sambutannya sekaligus membuka PKPA ini menyatakan, dunia  hukum saat ini membutuhkan para penegak hukum yang profesional termasuk didalamnya Advokat, dan kampus mempunyai tanggung jawab membentuk itu seperti program kerjasama PKPA antara Fak.Hukum UNUD dengan DPC PeradiDenpasar. “Saya juga sudah sangat familiar dengan para Advokat dan Pengadilan  karena sejak dahulu saya sering sebagai saksi ahli,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua Panitia PKPA Kadek Ratna Jayanti saat dikonfirmasi menjelaskan, PKPA yang dilaksanakan secara virtual ini adalah PKPA angkatan I di FH Unud. “PKPA adalah proses awal yang harus diikuti oleh seorang calon advokat. Karena hanya dengan mengikuti PKPA maka seorang calon advokat bisa mengikuti Ujian Profesi Advokat ( UPA), baru setelah itu  melaksanakan magang serta akhirnya diangkat dan disumpah oleh Pengadilan Tinggi sebagai Advokat,” kata Kadek Ratna, Sabtu (10/10/2020).


“ Saya sangat surprise karena pendaftaran hanya dalam waktu dua mingguan saja sudah ada 70 peserta, padahal saat ini juga DPC Peradi Denpasar dibawah pimpinan Ketua kami pak Budi Adnyana dan Sekretaris pak Fredrik Billy  sedang melaksanakan juga program PKPA secara virtual di FH Undiknas” tegas Kadek Ratna yang juga Bendahara DPC Peradi Denpasar.


Di lain pihak, Fredrik Billy yang ikut memberikan materi sebagai pengajar Hukum Acara Pengadilan Niaga dalam PKPA itu menyatakan, di Peradi kami, yaitu Peradi Grand Soho,  seorang calon advokat harus mengikuti program secara linier di DPC Peradi Denpasar,  baik itu PKPA, UPA, Magang, Pengangkatan dan Penyumpahannya. Karena jika salah satu saja dari kelima program yang menjadi persyaratan untuk menjadi advokat itu tidak dilaksanakan di Peradi kami, maka dapat dipastikan calon advokat itu tidak akan dapat untuk mengikuti pengangkatan dan penyumpahan. Hal ini perlu kami sampaikan karena selama ini banyak terjadi miskomunikasi yang disebabkan oleh karena  begitu banyaknya organisasi advokat khususnya di Bali,” sebut Fredrik Billy.
 
Sedangkan Budi Adnyana menambahkan, Dewan Pimpinan Nasional ( DPN ) Peradi yang sebelumnya dipimpin oleh Prof. Dr. Fauzi Yusuf Hasibuan dan saat ini setelah melalui proses pemilihan dalam Munas  III Peradi, dan menetapkan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH.MM sebagai Ketua Umum. “Secara nasional Peradi beranggotakan 60 ribu advokat dan Peradi adalah sebuah organisasi profesi yang sangat besar dan khusus di DPC Peradi Denpasar anggotanya yang terdaftar sudah mencapai sekitar 1000 advokat yang tersebar di seluruh Bali,” terang Budi Adnyana.


Dipaparkannya juga,  pelaksanaan Ujian Profesi Advokat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, hampir mirip dengan pelaksanaan SBMPTN dan rata-rata diikuti sekitar 4000- 5000 peserta dalam setiap pelaksanaannya. (ari)
           

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here