
GIANYAR – Bangunan Pasar Umum Sukawati rencana dibongkar pekan ini. Bahkan, Pemkab Gianyar telah melakukan pengundian kepada 754 pedagang selama dua hari mulai, Jumat (2/10/2020) di tempat penampungan sementara di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati.
Relokasi tersebut dikebut lebih cepat dari rencana awal pemindahan pedagang sekitar November 2020. Meski mendadak, para pedagang menerima dan antusias mengambil nomor undian.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary mengatakan, proyek revitalisasi Pasar Sukawati Blok C (eks Pasar Umum Sukawati) akan segera dimulai. “Dipercepat setelah Kementerian PUPR zoom meeting beberapa waktu lalu dan kami diberi waktu dua minggu sama Pak Bupati,”ujarnya, Minggu (4/10/2020).
Suary mengaku target relokasi terhadap pedagang harus selesai 7 Oktober mendatang. Hanya, tempat penampungan sementara baru rampung sekitar 80 persen. Sejumlah blok sudah berisi nomor dan beberapa orang pekerja masih memasang paving, toilet serta lainnya.
Sementara itu, berbeda dengan Pasar Desa Beng yang rencana dibangun tahun ini harus ditunda. Sebab, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat direfocusing untuk penanganan pandemi Covid-19. “Anggaran untuk pasar Beng dari DAK sebesar Rp 4,5 miliar ini direfocusing sehingga pembangunan pasar pun tahun ini dibatalkan,”ungkap Suary.
Kendati batal menggunakan dana DAK, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra rencana menganggarkan dari APBD 2021 tapi nilainya belum diketahui. “Dari DED (Detail Engineering Design) perencanaan memerlukan dana Rp 6,7 miliar tapi pastinya setelah final APBD 2021 dan saat ini masih digodok,”tandasnya. (jay)








