Robinson Telaumbanua: Bali Harus Kompak Jalankan Protokol Kesehatan

0
88
Robinson (tengah) foto bersama pemilik De Odor Cafe, Tuban.

BADUNG – Robinson Telaumbanua, seorang penjelajah Indonesia asal Sumatera, berharap masyarakat Bali tetap kompak dan disiplin menjalankan protokol kesehatan Cegah Covid-19. Dengan demikian, maka mata dunia akan terbuka melihat Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata yang benar-benar aman untuk dikunjungi.

“Bali kalau tidak kompak, bisa-bisa (pariwisata) tidak buka-buka. Makanya Bali harus kompak jaga dan disiplinkan diri menjalankan protokol kesehatan. Memang betul sekarang ini kita hidup susah tapi menghadapi pandemi Covid-19 ini, kita memang harus jaga diri dahulu supaya pariwisata Bali kembali buka. Nanti kalau sudah buka, khan semuanya bisa menikmati,” ujar Robinson saat mengunjungi tempat  tongkrongan komunitas motor dan musisi, De Odor Cafe di Tuban, Kuta, Senin (28/9/2020) malam.

Pesan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan juga disampaikan kepada anggota komunitas motor yang hadir ketika itu. Bahkan, ia juga berharap komunitas motor ikut bergerak mengkampanyekan pentingnya protokol kesehatan bagi kesehatan masyarakat dan pariwisata. “Perjalanan saya dari Jakarta menuju Bali dengan sepeda motor ini sesungguhnya juga bertujuan untuk survei. Menunjukkan pada semuanya lokasi-lokasi mana yang bagus dan berstatus zona hijau untuk kemudian dipromosikan. Perjalanan wisata yang kami rekomendasikan haruslah dengan menjalankan protokol kesehatan. Itu bukan hanya penting bagi saya selaku penjelajah tapi juga masyarakat setempat dengan rajin mengenakan masker, cuci tangan maupun jaga jarak,” tegasnya.

Dalam perjalanan Jakarta-Bali, Robinson mengaku sudah mengunjungi delapan lokasi, salah satunya kawasan Kintamani, Bangli. “Menurut saya, di Bali ini sudah sangat bagus disiplin protokol kesehatannya. Pecalang juga saya lihat sangat aktif mengawasi itu,” ucap pemilik program televisi Robinson Journey ini.  (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here