Banyak Warga Tampaksiring Terpapar Covid-19, Keluhkan Minimnya Bantuan Pemerintah

0
46
IB Made Baskara didampingi anggota komunitas Sekaa Demen Garis Bawah, sampaikan keluhan minimnya bantuan sembako dari pemerintah untuk warga Tampaksiring positif Covid-19.

GIANYAR – Warga Desa Tampaksiring Gianyar berupaya mengumpulkan dana untuk membatu sejumlah krama yang sedang menjalani karantina mandiri akibat terpapar Covid-19.

Upaya itu dilakukan karena sampai sampai sekarang masih menunggu adanya bantuan pemerintah terutama sembako. Selain itu, mereka juga mengeluhkan minimnya anggaran desa untuk penanganan Virus Corona.  “Dalam satu pekarangan bisa ada belasan warga yang sedang melakukan karantina dan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan, “ kata perwakilan warga, Ida Bagus Made Baskara, Selasa (29/9/2020).

Selama ini, kata Baskara, warga yang menjalani karantina banyak dibantu oleh tetangga. Selain itu, perkumpulan Sekaa Demen Garis Bawah juga berupaya mencarikan bantuan sembako. “Kami sepakat mengumpulkan dana untuk membeli sembako dan dibagikan ke sejumlah KK yang sedang melakukan karantina mandiri, “ ungkapnya.

Baskara mengaku sudah mempertanyakan kondisi tersebut kepada aparat Desa Tampaksiring dan dikatakan anggaran habis. “Katanya dana desa sudah habis tapi kami tidak mendapat rincian yang jelas terkait penggunaan dana desa sepanjang tahun ini. Padahal, laporan penggunaan dana desa itu harus transparan,”sesalnya.

Di tengah minimnya bantuan untuk Covid-19, aparat desa justru melakukan kegiatan penebaran ikan koi senilai belasan juta rupiah di aliran Tukad Petanu dalam rangka pengembangan desa wisata. Baskara menilai kegiatan itu tidak tepat di tengah situasi pandemi yang seharusnya mengurangi keramaian. “Seharusnya penangganan Covid dijadikan prioritas sebagai persoalan yang lebih urgen ketimbang menggunakan dana untuk pengembangan objek wisata baru,”tegasnya.

Sementara, Perbekel Desa Tampaksiring I Made Widana mengaku sudah mengajukan bantuan sembako kepada Camat. “Kami di desa tidak dapat menganggarkan bantuan sembako dan selama ini berkoordinasi dengan Camat dan Dinsos. Penanganan kami setiap ada kasus positif Covid-19 dengan melakukan trasing dan pembagian masker,”ujarnya.  

Sembari menunggu realiasi dari pengajuan tersebut, desa adat dan desa dinas berkoordinasi untuk pemberian sembako dan beberapa bantuan dari  donatur termasuk komunitas sudah diserahkan. “Kami selalu bersinergi menangani warga yang sedang menjalani karantina,”ujarnya sembari menyebut di wilayahnya ada delapan rumah yang masing-masing terdapat dua sampai delapan kepala keluarga menjalani karantina. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here