Golkar Bali Berduka, Mantan Ketua DPD Golkar Ketut Sundria Meninggal

0
124

Alm Ketut Sundria

DENPASAR-Kabar duka menyelimuti Keluarga Besar Partai Golkar Bali. Mantan Ketua DPD Partai Golkar Bali I Ketut Sundria yang juga mantan Bupati Tabanan dua periode telah berpulang untuk selama-lamanya pada Senin (21/09) Pukul 15.16 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Rencananya, almarhum akan disemayamkan di rumah duka Jl. Raya Hankam, Perum. Wisma Kusuma Indah Blok B Nomor 57 Pondok Gede. Kabar duka ini disampaikan langsung Ketua DPD Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry, Selasa (22/9/2020).

Nyoman Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini mengenang keberadaan almarhum selama menjadi Ketua DPRD Balu periode 1997-1999. Menurut Sugawa Korry, almarhum Ketut Sundria merupakan figur yang berkualitas dan sosok pemimpin yang merakyat. Hal itu terbukti dari beberapa jabatan yang pernah disandangnya. Diantaranya, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 1993-1998, Ketua DPRD Provinsi Bali Tahun 1997-1999, serta Bupati Tabanan dua periode. “Beliau ditetapkan sebagai Ketua Golkar Bali setelah dipandang sukses sebagai Bupati Tabanan selama dua periode. Pada masa kepemimpinan beliau di Golkar sangat akomodatif, demokratis, akrab dan kekeluargaa serta merakyat,”bebernya.

Sugawa Korry juga menceritakan kenangannya selama mendampingi Ketut Sundria di DPRD Bali. Saat itu menjelang reformasi, beratnya tekanan terhadap Partai Golkar. Hampir setiap hari, di DPRD harus menerima demo besar-besaran. Menaikkan dan menurunkan bendera di halaman DPRD sesuai permintaan demonstran. Meski demikian, Wakil Ketua DPRD Bali yang saat itu duduk sebagai anggota Fraksi Partai Golkar mengakui kekagumannya terhadap putra dari Made Nyoman Lemper tersebut. Beliau selalu tenang dan tidak pernah menunjukkan wajah takut ataupun khawatir seberat apapun situasinya saat itu. “Satu hal yang saya kagumi, dalam suasana seperti setiap hari saya dampingi beliau dengan beberapa teman fraksi. Beliau tidak pernah tunjukkan wajah dan perasaan takut dan khawatir. Beliau sangat rajin dan selalu hadir dikantor, sehingga saya dan beberapa teman juga tidak pernah merasa takut,”kenangnya.

Sugawa juga menceritakan bahwa dulu pernah dipanggil oleh Ketut Sundria dan bertanya mengenai eksistensi Partai Golkar. Hingga akhirnya, menggelar konsolidasi dengan menghadirkan kurang lebih 2000 kader Partai Golkar yang mengatasnamakan Forum Pembela Reformasi Konstitusional (FPRK) dipimpin oleh IGN Anom Masta. “Sampai pada puncak demo, kita harus menerima tokoh-tokoh demonstran Bali diruangan Ketua DPRD Bali. Astungkara, saya masih sempat dampingi beliau. Dan masa yang masuk keruangan sudah tidak terkendali. Dialog berjalan sangat panas dan alot, astungkara saat itu tidak terjadi insiden apa-apa,”katanya.

Terakhir, pihaknya merasa bangga dengan loyalitas dan kepemimpinan Ketut Sundria semasa hidupnya. Sugawa Korry berharap pengabdian almarhum selama hidupnya, bisa menjadi pelajaran dan oleh seluruh kader Partai Golkar.“Kami berbangga bisa dampingi dan mengawal beliau sampai dengan akhir masa tugasnya. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan beliau sebagai kader Golkar, kami bersyukur dan berbangga atas kepemimpinan beliau. Saat ini, beliau telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, semoga amal bhakti serta pengabdian beliau diterima oleh Nya. Dan keluarga tabah hadapi cobaan ini. Dumogi Amor Ing Acintya,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here