Kompak Alami Bipolar, Dua WNA Diduga Sindikat Narkoba Dirawat di RS Bhayangkara

0
94

DENPASAR – Warga Australia Aaron Wayne Coyle (44) dan Collum (32) asal Inggris yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar menjalani perawatan di RS Bhayangkara Denpasar Jalan Trijata. Yang menyita perhatian, keduanya sama-sama didiagnosis mengalami bipolar (gangguan kejiwaan) dan depresi.

Wadir Reserse Narkoba Polda Bali AKBP I Putu Yuni Setiawan kepada wartawan, Jumat (11/9/2020) membenarkan kedua tersangka menjalani perawatan di RS Bhayangkara. “Mereka memang dirawat di rumah sakit. Kedua-duanya mengalami bipolar dan depresi diduga karena pemakaian obat (narkoba) itu,” ujar AKBP Putu Yuni Setiawan.

Kedua tersangkap sebelumnya ditangkap Polresta Denpasar kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali. Menurut AKBP Yuni Setiawan, kedua tersangka mengamuk saat dijebloskan ke rutan Polda Bali. “Mereka mengalami depresi di tahanan sehingga kita gak boleh biarkan. Kalau di rumah sakit khan sudah ada penanganan,”ungkap Yuni Setiawan.

Sementara dari keterangan seorang sumber justru mencurigai hal itu sebagai upaya untuk meringankan hukuman. Bahkan, sumber juga mengabarkan kedua tersangka setelah dilimpahkan dari Polresta Denpasar belum sempat ditahan  di rutan Polda Bali karena dinyatakan mengalami bipolar dan depresi sehingga langsung dirawat di RS Trijata. “Barang buktinya lumayan banyak dan diduga kuat mereka bagian dari sindikat. Kalau kondisinya seperti itu, kemungkinan hukumannya rehabilitasi,”ucap sumber.

Seperti diwartakan, tersangka Collum digerebek di sebuah kos-kosan di Jalan Dewi Sri, Kuta, Selasa (1/9/2020) sekitar pukul 22.45 Wita dengan barang bukti 14 paket sabu seberat 11,84 gram dan 15 butir ekstasi ungu logo granat.  Hasil pengembangan, polisi menangkap Aaron Wayne Coyle yang tinggal di Jalan Nakula  Dipta, Seminyak, Kuta. Dari bule yang di negeranya bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) itu disita satu paket sabu seberat 1,23 gram. “Tersangka Aaron ini perannya sebagai kurir dengan upah Rp 200 ribu. Motif kedua tersangka karena factor ekonomi,”ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (3/9/2020). (bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here