
DENPASAR – Musyawarah Daerah (Musda ) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Jembrana lanjutan yang digelar di DPD I Golkar Provinsi Bali berlangsung damai. Pada Musda lanjutan yang digelar di ruang rapat lantai II DPD I Golkar Bali digelar secara tertutup, Senin (24/8/2020). Hasilnya, semua pemegang hak suara memilih Made Suardana, ST. Sementara pesaing beratnya Ketut Wedastra memilih mengundurkan diri dari pencalonan untuk kebesaran partai Golkar di Jembrana.
Agenda Musda lanjutan ini dipimpin Dewa Made Suamba Negara yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris bidang OKK DPD Golkar Provinsi Bali. Musda digelar secara tertutup dan halaman Sekretariat DPD dijaga oleh AMPD Golkar dan anak-anak muda yang menyebut dirinya Keluarga Besar Veteran yang dibina Ketut Suwandhi.
Sebelum Musda lanjutan digelar, dua tokoh Golkar Jembrana, Made Suardana dan Ketut Wedastra melakukan negosiasi dan sempat hampir satu jam lebih melakukan negosiasi. Hingga akhirnya Ketut Wedastra yang juga sempat menjabat sebagai Sekretaris DPD II pada masa Golkar dipimpin Ketut Suania (alm). Alasan Ketut Wedastra mengundurkan diri dari pencalonan untuk menghindari terjadinya perpecahan. “Untuk kepentingan partai Golkar yang lebih besar di Jembrana saya memilih mengundurkan diri dari pencalonan,” ujar Wedastra seusai Musda.
Dewa Suamba Negara mengapresiasi atas sikap yang ditunjukan Kader Golkar Wedastra. Walupun mundur dari pencalonan akan tetapi tetap merasa bangga meski tidak terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Jembrana. Suamba Negara menjelaskan dalam pemandangan umum yang disampaikan dari 11 pemegang hak suara, 1 suara memberikan pilihan kepada Ketut Wedastra dan 10 suara menyampaikan pilihan kepada Made Suardana. Setelah Wedastra mengundurkan diri dari pencalonan akhirnya Made Suardana menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi.
Setelah terpilih, Suardana secara langsung ditunjuk menjadi Ketua Formatur guna menyusun struktur Kepengurusan DPD Golkar Jembrana periode 2020-2025. Suardana menyampaikan, sebagai tahap awal yang akan dilakukan penataan organisasi dan konsolidasi. Terlebih lagi menjelang pemilukada di Jembrana.
Untuk Pemilukada, politisi Golkar yang juga anggota Komisi III DPRD Bali ini mengatakan target untuk Pilkada di Jembrana, pihaknya mengikuti aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya perubahan. “Masyarakat menginginkan suatu perubahan dan koalisi juga sudah menurunkan rekomendasi dan tugas kita menjadi Ketua DPD mengikuti ajang pemilihan kepala daerah dan mewujudkan keinginan masyarakat untuk membuat perubahan. Kalau target pileg kedepan, Golkar Jembrana menarget jumlah kursi naik 2 kursi lagi di legislatif,”pungkasnya. (arn)








