Meresahkan, Warga Sorot Kegiatan Rohani di Hutan Gesing

0
373
Diduga belum kantongi ijin, aktifitas rohani yayasan ekayana mangga hermitage resahkan warga Desa Gesing

BULELENG – Lantaran dinilai meresahkan, warga masyarakat di Desa Gesing Kecamatan Banjar sorot kegiatan rohani yang dilakukan  Umat Budha dari sejumlah negara di Hutan Desa Gesing. Selain tidak diketahui aparat desa dinas, kegiatan rohani dan pembangunan tempat meditasi aliran budha oleh Yayasan Ekayana Mangga Hermitage di Banjar Dinas Waru Desa Gesing Kecamatan Banjar juga tidak diketahui  kelian desa adat setempat. Tidak adanya surat pemberitahuan atau permakluman kepada aparat desa dinas dan desa adat/pakraman, tak pelak membuat warga masyarakat menjadi resah.

Dikonfirmasi Selasa (18/8/2020) siang, Prebekel Desa Gesing Kecamatan Banjar, I Nyoman Sanjaya tidak menampik hal tersebut. Sejak berdirinya bangunan dan adanya kegiatan kerohanian pada pasraman tersebut, pihaknya hanya mengeluarkan rekomendasi terkait pendirian yayasan karena ada penanggungjawab dari desa setempat. “Sebagai prebekel, kami hanya mengeluarkan rekomendasi pendirian yayasan dan empat kipem yang dijamin oleh penanggungjawab. Terkait ijin pembangunan dan aktivitas yang dilakukan, sama sekali tidak tahu dan juga bukan menjadi kewenangan prebekel. Ada instansi lain yang berwenang,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Bendesa Adat/Pakraman Gesing, I Made Suardika. Sebagai bendesa adat, pihaknya hanya mendapat tembusan Kipem 4 orang pengurus yayasan yang berasal dari luar daerah.”Hanya tembusan Kipem dari empat orang pengurus yayasan, nama-namanya juga tidak pas seperti itu. Terkait tentang ijin pembangunan maupun aktifitas yang dilakukan, kami tidak tahu. Karena ijin pembangunan dan aktifitas yang dilakukan yayasan tersebut, bukan kewenangan kami,” tandasnya.

Suardika berharap, pihak yayasan segera melengkapi ijin pembangunan maupun aktifitas yang dilakukan agar masyarakat tidak resah.

Kepala Kantor Imigrasi Kls II TPI Singaraja, Nanang Mustofa

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Singaraja, Nanang Mustofa menyatakan aktivitas sejumlah orang asing di Pasraman Ekayana Mangga Hermitage dalam pantauan petugas Wasdakin Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja.”Kami sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan, ada 11 orang asing dan sisa sekarang 9 orang di sana, 7 orang warga negara Tiongkok, 1 orang warga negara Hongkong dan 1 orang warga negara Myanmar. Semuanya mendapat rekomendasi dari Kementerian Agama, keberadaannya sah di sana, sebagai rohaniawan dan sekarang ijin tinggalnya sedang diperpanjang,” tandas Mustofa sembari menegaskan keberadaan orang asing pada pasraman tersebut legal secara administrasi keimigrasian. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here