
DENPASAR – Dalam sebuah survey terhadap responden seperti travel agen, penyedia jasa, hotel atau biro perjalanan, Bali menempati posisi teratas sebagai pilihan tujuan berwisata setelah pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir.
Hal itu terungkap dalam agenda Survey “Travel Willingness To Bali”, yang terangkum dalam agenda Survey Bicara (Surya) yang digelar secara online di Kantor Bank Indonesia Kpw Provinsi Bali, Kamis (6/8/2020).
Menurut Direktur BI KPw Propinsi Bali Rizki Wimanda, hasil survey mengindikasikan kegairahan dunia pariwisata Bali di tengah pandemi Covid-19. “Apalagi pemerintah daerah Bali telah merancang dan membuka wisata domestik bahkan tak lama lagi wisatawan mancanegara ke Bali, ” kata Rizki.
Bali, kata dia, menempati posisi teratas pilihan berwisata setelah Covid -19 berakhir. ” Dalam survey Bali dipilih sebesar 20 %, disusul Thailand 10%, Prancis 5 %, kemudian ada Maladewa dan Vietnam. Survey ini dilakukan pada Juli-Agustus secara online melibatkan travel agen, biro jasa, hotel baik di Bali maupun hotel di luar Bali,” ujarnya.
Sedangkan negara tujuan berwisata yang paling dihindari dalam survey tersebut adalah Amerika, China, India dan beberapa negara dengan kasus virus corona cukup tinggi. “Mudah-mudahan dengan kesiapan pemerintah meregulasi kebijakan terutama protokol kesehatan yang ketat, dimana pada intinya mengharapkan turis masuk maka kita harus berbenah dengan kesiapan daya dukung yang baik, maka industri pariwisata Bali bisa melakukan recovery,”ungkapnya.
Sementara itu, John Safeson dari Traveloka menyebutkan, kondisi wisata di Bali memang terasa berat bila dibandingkan dengan luar Bali seperti Jawa. ” Selama Covid -19 ,jika dibandingkan dengan Jawa, seperti Jawa Barat, Bandung, Jatim masih ada pergerakan transaksi, orang memesan pesawat, hotel dan sebagainya, ini berdasarkan data Travelokal, di Jawa memang sedikit lebih baik dibanding Bali, hal ini disebabkan Bali sebagian besar ketergantungan wisatawan mancanegara sedangkan domestik sangat rendah,” jelas John.
Namun, pihaknya menyebutkan, jika pilihan berwisata setelah Covid-19 memang Bali tetap menjadi primadona karena Pulau Dewata memiliki kelengkapan akomodasi, obyek wisata dan keragamannya. Sedangkan di Jawa tempat-tempat wisata tidak seragam di Bali dan pilihan sedikit.
Kendati demikian, pihak asosiasi perhotelan di Bali mengakui sangat berat mengembalikan situasi pariwisata Bali dalam waktu singkat. ” Mengharapkan wisatawan domestik marketnya masih berat, jadi harus ada sesuatu gerakan bersama. Apalagi kegiatan -kegiatan seperti bisnis MICE, Weding dan even lainya yang mendatangkan banyak orang, tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat ini,” tandas Ricky Darmika Putra, CHA selaku Ketua Bali Hotel Association.(sur)








