
DENPASAR – Pengprov POBSI Bali membuat gebrakan anyar, dengan merapikan sekaligus menata lebih apik terkait level kualitas pebiliar yang disesuaikan dengan handicap yang disandangnya. Aturan awal yang dibuat itu terkait dengan pengurangan handicap pebiliar Bali yang diturunkan 1 level. Aturan itu telah disepakati bersama dengan pengkab dan pengkot POBSI seluruh Bali.
Seperti yang diutarakan Wakil Ketua Umum POBSI Bali Willy Soedarno Handicap yang telah disepakati tersebut dilakukan saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) POBSI Bali beberapa waktu lalu di rumah Ketua Umum POBSI Bali Njoo Daniel Dino Dinata. “Aturan itu sudah dibuat dan disepakati dan nanti bakal kami sosialisasikan secara tertulis secara resmi ke Pengkab dan Pengkot POBSI seluruh Bali. Jadi nantinya akan rapi dalam suatu kejuaraan yang menggunakan sistim handicap,” kata Willy Soedarno ketika dihubungi Minggu (02/8/2020).
Terkait siapa pebiliar dengan handicap berapa, diakuinya semua pebiliar di Bali sudah tahu. “Semua sudah tahu antar pebiliar siapa yang handicapnya yang disandangnya. Handicap tersebut berlaku resmi untuk kejuaraan yang minimal pesertanya berjumlah 48 pebiliar,” jelas Willy.
Sedangkan untuk pebiliar pemilik handicap untuk naiknya level juga ditentukan oleh penilaian hasil di beberapa kejuaraan lokal termasuk di level nasional. Contohnya untuk handicap 3 untuk naik ke handicap 4 yakni pebiliar yang telah 3 kali menjuarai even atau masuk final minimal juara III bersama, untuk handicap 4 naik 5 yakni pebiliar yang sudah 4 kali juara atau minimal tembus juara III bersama begitu selajutnya. “Pastinya untuk level di nasional dengan cara seperti itu juga menjadi penilaian tersendiri. Sekarang saja kalau pebiliar Bali handicap memegang handicap 7 dengan aturan ini maka diturunkan satu level menjadi handicap 6 begitu juga yang dibawahnya,” pungkas Willy Soedarno. (ari)








