
BULELENG – Berbagai upaya dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Disperkimta) Buleleng dalam menuntaskan pembangunan Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno (RTH-TBK) yang terbengkalai akibat pemutusan kontrak kerja dengan rekanan dan refokusing APBD Buleleng untuk penanganan Pandemi Covid-19. Selain melakukan review detail engenering design (DED), Disperkimta Buleleng juga menyiapkan skema kegiatan berbasis ketersediaan anggaran.
“Sebenarnya, pembangunan RTH-TBK bisa dirampungkan tahun 2020 ini, namun karena ada rekofusing angaran untuk penanganan Pendemi Covid-19 sehingga tidak bisa dituntaskan,” tandas Kepala Disperkimta Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Surattini, Selasa (28/7/2020) usai memimpin rapat itern terkait rancangan kegiatan APBD Perubahan Tahun 2020.

Skema kegiatan berbasis ketersediaan anggaran, kata Surattini, dirancang Disperkimta setelah melakukan review, kajian dan memperhatikan kondisi keuangan daerah sehingga sejumlah kegiatan prioritas khususnya pembangunan RTH-TBK dapat dilaksanakan sebagaimana diharapkan Komisi II DPRD Buleleng. “Skema tersebut, kami uraikan berdasarkan DED RTH-TBK yang sudah selesai tahun ini. Dengan rancangan design yang terpisah meliputi pembangunan Patung Bung Karno dan Singa Ambara Raja, kegiatan dengan total nilai Rp 17 Miliar ini diharapkan dapat dikerjakan sesuai ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Misalkan, hanya ada dana sebesar Rp 1,5 Miliar untuk RTH-TBK, maka Patung Bung Karno dengan nilai Rp 1,5 Miliar dapat dikerjakan sehingga tidak terbengkalai. “Harapan kami sih, bisa dipenuhi Rp 17 Miliar,” pungkasnya. (kar)








