Tiga Pencuri Jual Mesin Traktor ke Petani dan Nelayan

0
49
DIBEBER: Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi beberkan pengungkapan kasus pencurian mesin traktor.

BADUNG – Penyidikan terhadap tiga pencuri spesialis mesin traktor, Abdulla (43), Ahmad alias Pak Hendrik (37) asal Bondowoso, Jawa Timur dan Andika alias Andik, 29 kelahiran Jember, mengungkap pengakuan baru.    

Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengatakan, ketiga tersangka sudah mencuri puluhan mesin traktor sejak tahun 2017. Mereka beraksi di  wilayah Badung, Jembrana, Tabanan, Klungkung, dan Gianyar. “Mereka ini komplotan. Ada seorang pelaku lagi ditangkap di Jawa timur ,” ujar AKBP Roby Septiadi, Selasa (28/7).

Menimpali Kapolres,  Kasat Reskrim AKP Laurens Rajamangapul Heselo membeberkan, mesin traktor hasil curian dibawa ke Jawa menggunakan mobil rental kemudian dijual kepada petani. “Ada juga dijual kepada nelayan untuk dijadikan mesin perahu kayu,”bebernya.

Harga Satu mesin traktor dijual bervariasi dari harga terendah Rp 3 juta sampai tertinggi belasan juta rupiah apabila kondisinya masih bagus.  “Uang hasil penjualan dibagi bertiga,”ungkapnya.

 

Seperti diwartakan, komplotan pencuri spesialis mesin traktor ditangkap Satuan Reskrim Polres Badung di seputaran Jalan Bypass Ir. Soekarno Tabanan, Kamis (23/7) sekitar pukul 01.00. Mereka merupakan residivis pencurian sapi di Bondowoso. Kaki ketiga tersangka juga ditembak.  “Saat dihentikan dan diinterogasi, mereka awalnya mengaku mengangkut barang mau pindah kos. Setelah ditemukan ada mesin tractor di bagasi belakang mobil, mereka berusaha kabur sehingga diberi tindakan tegas terukur (tembak kaki),” ungkap Roby.

Pengungkapan dilakukan setelah adanya laporan dari I Wayan Putra (54) yang kehilangan mesin traktor di sawah milik Wayan Nadi di subak Aban Desa Darmasaba, Badung, Kamis (16/7) sekitar pukul 00.30. (bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here