
BULELENG – Mementum peresmian Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Percontohan di Desa/Kecamatan Busungbiu, tidak hanya dimanfaatkan Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Nyonya Aries Sujati Suradnyana untuk memompa semangat desa di Kabupaten Buleleng untuk mewujudkan pendidikan sejak usia dini.
Pada acara peresmian TK Percontohan pertama di Kabupaten Buleleng bahkan di Provinsi Bali, Aries Sujati juga berharap program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini didukung dan terwujud pada setiap desa di Kabupaten Buleleng. “Salah satu bentuk dukungan desa adalah penyediaan lahan minimal 10 are untuk membangun TK Percontohan,” tandas Aries Sujati, Selasa (28/7/2020) siang saat meresmikan TK Negeri Percontohan yang dibangun pada areal Lapangan Desa/Kecamatan Busungbiu.
Dengan adanya TK Negeri Percontohan Kabupaten Buleleng di Desa Busungbiu, Aries Sujati yang juga Anggota DPRD Provinsi Bali ini juga berharap seluruh anak-anak usia dini yang berdomisili disekitarnya dapat terlayani. “Saya berharap siswa lebih senang untuk memanfaatkan TK Negeri Percontohan sebagai tempat belajar dan bermain sesuai kebutuhan pendidikan termasuk pola pembelajaran daring maupun luring,” ujarnya.
PAUD dan TK yang ada sebelumnya, diupayakan menjadi kelas jauh. “Nanti kami koordinasikan dengan pihak desa agar menyerahkan aset berupa TK yang dimiliki kepada pemerintah kabupaten. Dengan penyerahan tersebut, TK yang selama ini menjadi kelas jauh (daring) bisa dipelihara oleh PAUD/TK Negeri Percontohan ini,” tandas Aries Sujati meyakinkan.
Sementara Kepala TK Negeri Percontohan Desa/Kecamatan Busungbiu, Gede Nuarta ,gedung TK Negeri Percontohan yang dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 1,088 Miliar ini memiliki tiga ruangan. Ruangan-ruangan yang ada nantinya bisa disekat sesuai rombongan belajar (rombel) yang ada. “Pada tahun ajaran ini, TK Negeri Percontohan Desa Busungbiu ini menerima peserta didik baru, angkatan pertama.“Kami sudah menerima sebanyak 105 orang peserta didik pada tahun ajaran ini,” ungkapnya.
Sistem pembelajaran yang akan digunakan adalah dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). “Pihak terkait, baik orang tua dan guru disekolah bersinergi dalam proses belajar mengajar ini. Istilahnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kelas jauh, pembelajaran bisa dilaksanakan di rumah siswa,” pungkasnya. (kar)








