Pengelola Pantai Yeh Gangga Perketat Protokol Kesehatan

0
58
Gubernur Luncurkan Program Pasar Gotong Royong Krama Bali

Sunset di Pantai Yeh Gangga yang tak kalah dengan lokasi lainnya. (Ist)

TABANAN – Sejak pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (new normal)  di Bali  mulai 9 Juli, desa adat Yeh Gangga, Tabanan sudah membuka kawasan obyek wisata pantai Yeh Gangga dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.  Para pengunjung wajib menggunakan masker selama berada di pantai  dan tidak membuat kerumunan. Selain itu, begitu masuk gapura menuju pantai Yeh Gangga, para pengunjung sudah diwajibkan cuci tangan di pos yang dijaga anggota Satgas Gotong Royong. Jika ada pengunjung yang melanggar, petugas  akan memulangkan atau melarang yang bersangkutan masuk ke  kawasan pantai.

Sejak dibuka, kawasan pantai Yeh Gangga mulai dipadati pengunjung baik dari masyarakat lokal Tabanan maupun dari luar Tabanan. Rata-rata kunjungan sudah di angka 500 orang per hari. Bendesa adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, kawasan pantai Yeh Gangga tentu tidak sebebas seperti sebelumnya, namun lebih diperketat dalam hal protokol kesehatan. Ini dilakukan untuk mencegah munculnya klaster baru.  “Sebelum mengambil kebijakan membuka kembali kawasan pantai Yeh Gangga, pihaknya bersama Satgas Gotong Royong Desa Adat Yeh Gangga telah mengecek kesiapan protokol kesehatan yang wajib dipenuhi. Seperti penyediaan tempat cuci tangan di warung desa adat yang ada di kawasan pantai, serta mewajibkan penggunaan APD seperti masker maupun face shield, serta rutin melakukan pencegahan dengan desinfektan,” ungkap Dolia, Selasa (21/7/2020).

Begitupun selama kunjungan, 20 orang anggota satgas gotong royong melakukan pengawasan ketat untuk mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Mereka tersebar melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah titik (wahana air) yang ada di lokasi tersebut. Tentang dibukanya kembali Pantai Yeh Gangga sebelum tanggal 31 Juli karena berbagai faktor.  Seperti  telah dibukanya  sejumlah pantai di Kabupaten Badung. “ Kami ingin membantu masyarakat utamanya pedagang Desa Adat Yeh Gangga agar kembali memperoleh kehidupan. Mengingat sejak ditutup selama 4 bulan para pedagang nihil penghasilan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” terang Dolia.

Diakuinya sejak pandemi Covid hingga menyebabkan pantai Yeh Gangga ditutup sementara, perekonomian di desa adat Yeh Gangga ‘macet’. Para petani nelayan bahkan tidak bisa menjual hasil tangkapannya, begitupun warga yang kesehariannya berjualan di warung adat di kawasan pantai. Kini dengan telah dibukanya kembali pantai Yeh Gangga bagi warga lokal, paling tidak perekonomian mulai kembali menggeliat. “Mereka yang jualan di warung bisa dapat pemasukan, begitu juga nelayan bisa melaut dan menjual hasil tangkapan seperti lobster dan udang pada pengunjung,”ucapnya.

Sementara disinggung tentang sertifikat Tatanan Kehidupan Baru yang wajib dikantongi sesuai saran dari Dinas Pariwisata Tabanan, pihaknya telah membuat proposal pengajuan yang rencananya diajukan Rabu (22/7/2020). “Proposal pengajuan sudah kami buat, besok (hari ini) akan kami ajukan. Meskipun belum memiliki sertifikat, protocol kesehatan kami telah siap, dan sudah layak,” beber Dolia.

Menurutnya dengan dibukanya kembali kunjungan ke pantai seluruh pedagang sangat sumingrah. Terlebih lagi retribusi parkir sehari bisa didapat hingga Rp 1 juta karena saking ramainya pengunjung. “Pengunjung ramai karena mereka rata-rata sudah bosan dirumah, sehingga ingin melepas penat ke pantai. Yang jelas kami akan selalu awasi, agar tidak terjadi cluster penularan,” janji Dolia.

Hal senada disampaikan perbekel Desa Sudimara yang juga tokoh masyarakat Yeh Gangga I Nyoman Ariadi.  Dikatakan, obyek wisata Yeh gangga sudah mulai dibuka sejak pembukaan new normal di Bali. Pembukaan ini untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat desa  baik pedagang  serta lainnya maupun para nelayan kembali bergairah  melaut karena ada pembeli ikan  atau lobster yang datang. “Tentu kami  tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada setiap pengunjung maupun warga setempat untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya.   (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here